MATATELINGA,Medan :Johan Merdeka aktifis yang cukup vokal di Sumatera Utara mengatakan, di negeri yang katanya subur ini, tanah justru jadi sumber air mata. Ribuan hektar lahan di Sumatera Utara masih dikuasai perusahaan besar, sementara rakyat kecil cuma bisa jadi penonton di tanah sendiri.
"Tapi ada satu suara dari utara, dari
tanah Batak, yang tegas bilang:"Kalau rakyat belum
merdeka atas
tanahnya, maka bangsa ini belum
merdeka sepenuhnya."Itu kata
Johan Merdeka, yang juga aktivis tani yang sudah lama bersuara soal keadilan
agraria di Sumut.
Bagi Johan Merdeka, reforma agraria bukan cuma program sertifikat atau proyek pencitraan pemerintah.
Bukan juga bagi-bagi tanah yang ujungnya kembali ke investor.
Tapi reforma agraria itu perjuangan buat ngembaliin hak hidup rakyat kecil.
Tanah itu bukan properti, tapi ruang hidup.
Tempat petani bernafas, tempat anak bangsa makan.
Baca Juga:
"Kalau
tanah dikuasai modal besar, maka petani cuma jadi buruh di kampungnya sendiri.
Johan Merdeka pernah nyentil keras pemerintah, katanya, "Selama konflik agraria dibiarkan, jangan pernah bilang Indonesia udah adil.
Karena di Sumut aja, banyak petani masih digusur atas nama investasi.
PTPN, korporasi sawit, dan perusahaan tambang sering jadi tameng kekuasaan.
Sementara rakyat yang menanam, justru dituduh penggarap liar.
Ironis kan? Yang merusak hutan dilindungi, yang menanam padi malah dikriminalisasi.
Baca Juga:
Tapi
Johan Merdeka gak cuma marah, dia juga kasih jalan.
Katanya, penyelesaian konflik
agraria harus lewat musyawarah dan keadilan sosial.
Bukan pakai kekerasan, bukan pakai aparat, rakyat harus dilibatkan, dihormati, bukan dibungkam.
Karena reforma
agraria sejati itu bukan soal
tanah, tapi soal kedaulatan rakyat atas sumber kehidupan.
Di akhir, Johan Merdeka selalu tekankan satu hal:
"Reforma agraria sejati adalah bentuk kemerdekaan rakyat yang sebenarnya.
Tanah bukan cuma sebidang lahan.
Tanah adalah simbol martabat.
Selama petani belum berdaulat, maka ke
merdekaan itu masih setengah jalan.
Dari Medan untuk Indonesia.
Suara rakyat kecil takkan pernah hilang,
selama masih ada yang berani bicara tentang keadilan di atas tanahnya sendiri.
Inilah semangat Johan Merdeka, semangat untuk merdeka secara agraria.(Syahdan/Red)
Baca Juga: