Rabu, 16 September 2026 WIB

Bupati Labuhanbatu Dinyatakan Berhak Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026, Presentasikan Program Gema Sahabat

Yasmir - Sabtu, 17 Januari 2026 11:37 WIB
Bupati Labuhanbatu Dinyatakan Berhak Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026, Presentasikan Program Gema Sahabat
Bupati Labuhanbatu, dr hj Maya Hasmita SpOg MKM (insert kananan bawah), berhak terima "Anugerah Kebudayaan" PWI Pusat Tahun 2026,

MATATELINGA, Jakarta :Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dinyatakan berhak menerima penghargaan "Anugerah Kebudayaan" Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026.

Ketetapan itu, tertuang dalam Berita Acara Anugerah Kebudayaan PWI Pusat : Kategori Bupati/Walikota Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang akan digelar di Serang, Provinsi Banten.

Baca Juga:

Berita acara tersebut, Nomor 539/PWI-P/LXXIX/I/2026, ditandatangani lima orang dewan juri, yakni Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Dr. Nungki Kusumastuti, Akhmad Munir, dan Sudjiwo Tejo.

"Memutuskan bahwa : Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dengan proposal berjudul "Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakat) : Penguatan Karakter dan Budaya Sejak Dini" berhak menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026, berupa Trofi Abyakta dan piagam, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Banten, 9 Februari 2026," tegas para dewan juri dalam dokumen berita acara yang diterima wartawan, Jumat, 16 Januari 2026.

Baca Juga:
Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu dalam presentasi di hadapan para dewan juri memaparkan, Program Gema Sahabat adalah program yang tumbuh dari realitas dan topografi dan budaya Kabupaten Labuhanbatu.

Kepekaan akan risiko alam dan kesadaran akan pentingnya perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak, mendorong lahirnya program kemanusiaan yang berakar pada nilai budaya lokal.

Program ini telah diimplementasikan saat membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, dengan cara melakukan mobilisasi budaya dan kemitraan dengan melibatkan komunitas etnis melalui pendekatan budaya inklusif untuk menumbuhkan empati, memobilisasi donasi dari pemerintah, swasta dan kelompok budaya.

Praktek lainnya berupa aksi kemanusiaan berbasis budaya, yakni melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana dan menawarkan pemulihan trauma healing pada anak, melalui seni dan permainan, serta pendistribusian perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar.

Baca Juga:
"Mendokumentasikan semua kegiatan dengan foto dan video untuk akuntabilitas. Bekerjasama dengan media untuk berbagi narasi kemanusiaan yang inspiratif," papar Maya Hasmita dalam presentasi yang berlangsung Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Maya, implementasi program tersebut telah berdampak pada pemulihan psikososial anak, dan akses pendidikan tetap terjaga berkat penyediaan perlengkapan sekolah.

"Gema Sahabat berperan sebagai investasi sosial dan budaya bagi Kabupaten Labuhanbatu. Anak-anak yang tumbuh dengan pengalaman empati, solidaritas, dan keteladanan akan berkembang menjadi generasi yang berkarakter kuat, adaptif, dan memiliki kesadaran kebangsaan serta kemanusiaan" tuturnya lebih lanjut.

Di akhir presentasinya, Maya Hasmita berharap kiranya Program Gema Sahabat dapat berkontribusi dalam mengaktualisasikan budaya lokal, sebagai pendidikan karakter empati, menjadi visi gerakan nasional dan penguatan identitas bangsa.

Baca Juga:


Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Penemuan Mayat Bayi di Sungai Desa Gergas
Dandim dan Kapolres Bersilaturrahmi Ke Bupati Labuhanbatu
Meriahkan HPN 2026, Kapolrestabes Medan Sambut Baik Turnamen Domino PWI Sumatera Utara
Pemkab Asahan Siapkan Lahan, MAN Insan Cendekia Segera Hadir sebagai Madrasah Unggulan Nasional
Dorong Pembenahan dan Kepastian Investasi, Wabup Simalungun Sidak Perumda Agromadear
Rotasi Dan Mutasi Pimpinan Dua Institusi Strategis Di Labuhanbatu, Ini Pesan Yang Disampaikan Ketua PWI
 
Komentar
 
Berita Terbaru