Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Antonio Guterres: “Perang ini Harus Dihentikan... dan Saya Percaya Berdaa di Tangan Amerika Serikat

Redaksi - Sabtu, 21 Maret 2026 07:30 WIB
Antonio Guterres: “Perang ini Harus Dihentikan... dan Saya Percaya Berdaa di Tangan Amerika Serikat
Pixabay
Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres

MATATELINGA,Moskow:"Perang ini harus dihentikan... dan saya percaya hal itu berada di tangan Amerika Serikat untuk menghentikannya. Itu mungkin dilakukan, tetapi bergantung pada kemauan politik untuk melakukannya."
Hal tersebut dikatakan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),Antonio Guterres menilai penghentian konflik di Timur Tengah sangat bergantung pada kemauan politik Amerika Serikat (AS).

Guterres juga menyatakan terdapat alasan untuk meyakini bahwa kejahatan perang mungkin telah terjadi oleh kedua pihak dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa meningkatnya jumlah korban sipil membuat semua pihak rentan terhadap tuduhan pelanggaran hukum internasional.

"Saya tidak melihat perbedaan. Tidak peduli siapa yang menargetkan warga sipil. Hal itu sama sekali tidak dapat diterima," ujarnya.

Dalam wawancara dengan Politico, Kamis (19/3/2026),Guterres menambahkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca Juga:

"Jika terdapat serangan, baik terhadap Iran maupun dari Iran, terhadap infrastruktur energi, saya pikir ada alasan yang cukup untuk menilai bahwa hal tersebut dapat merupakan kejahatan perang," katanya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah eskalasi terbaru, setelah Israel menyerang ladang gas alam South Pars milik Iran pada Rabu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap fasilitas energi utama di Qatar.

Guterres juga mengisyaratkan bahwa strategi Israel berfokus pada upaya menghilangkan kemampuan militer Iran. Ia menambahkan bahwa dirinya belum berbicara dengan Presiden ASDonald Trump sejak dimulainya serangan ASdan Israel terhadap Iran.

Pada 28 Februari, ASdan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer ASdi Timur Tengah sebagai bentuk dari pertahanan diri.

Baca Juga:

ASdan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan "pendahuluan" tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan bahwa mereka menginginkan terjadi perubahan kekuasaan di Iran.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Gejolak Timur Tengah: Kebijakan Imigrasi Sebagai Instrumen Resiliensi Ekonomi
Ini Penjelasan Kejari Madina Terkait Isu dan Pemberitaan Dugaan Kutipan Uang Pengamanan
ADNI Desak Pemerintah RI Keluar dari BoP dan Kecam Serangan Amerika–Israel terhadap Iran
Ratusan Kapal Tanker Terjebak Dipintu Masuk Selat Hormuz
Pasar Regional Tertekan, Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Timur Tengah
Polres Simalungun, Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Narkoba, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
 
Komentar
 
Berita Terbaru