Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Pasar Regional Tertekan, Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Timur Tengah

Fahrizal - Selasa, 03 Maret 2026 04:37 WIB
Pasar Regional Tertekan, Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Timur Tengah
Ilustrasi depot penyimpanan minyak dan gas

MATATELINGA, JAKARTA: Pasar saham di kawasan Asia bergerak serempak di zona merah, sementara harga minyak mentah melonjak tajam, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali meningkatkan ketidakpastian global. Sentimen risk-off mendominasi perdagangan, mendorong investor untuk meninjau ulang eksposur terhadap aset berisiko.

Konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat serta Israel, memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global. Situasi kian memanas menyusul laporan mengenai terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Gangguan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global dan memicu lonjakan harga minyak. Brent sempat menguat hingga sekitar 13% sebelum memangkas sebagian kenaikan, saat ini tercatat menguat sekitar 9% dibandingkan dengan penutupan hari Jumat 27 Februari 2026 – mencerminkan sensitivitas dan volatilitas tinggi di pasar energi.

Baca Juga:
Hingga saat ini, pelaku pasar masih memantau perkembangan di Selat Hormuz, mengingat perannya yang krusial dalam distribusi minyak global.

Dampak Terhadap Pasar Domestik

Pasar saham Indonesia tidak terhindar dari tekanan sentimen global. Sejak pembukaan perdagangan, indeks bergerak melemah dan bertahan di zona negatif sepanjang sesi. IHSG akhirnya ditutup melemah -2,66% atau -218,65 poin di level 8.016,83 seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko eksternal.

Editor
: Fahrizal
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Naiknya Proyeksi Harga Minyak pada 2017
Produksi minyak Libya meningkat
Penurunan Stok Minyak AS, Harga Minyak Dunia Bukukan Keuntungan
Kenapa harga Minyak Makin meroket
Harga Minyak Stabil Dorong Penguatan Wall Street
2017, Harga Minyak Diperkirakan Sentuh USD45 per Barel
 
Komentar
 
Berita Terbaru