Rabu, 16 September 2026 WIB

Pemerintah Minta Pengusaha Sawit Terapkan ISPO

Admin - Rabu, 12 Februari 2014 18:31 WIB
Pemerintah Minta Pengusaha Sawit Terapkan ISPO
Matatelinga - Jakarta, Pemerintah meminta kalangan industri sawit di Tanah Air segera menerapkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) hingga akhir tahun 2014.

Saat ini, kebijakan yang terus didorong agar pelaku usaha kepala sawit dapat menerapkan sertifikat ISPO guna mendukung pengembangan budidaya kelapa sawit di Indonesia berkelanjutan,

"Pemerintah menaruh harapan besar agar industri kelapa sawit mendukung pencapaian sertifikat ISPO," jelas Menteri Pertanian Suswono dalam acara International Conference on Oil Palm and Evironment (ICOPE) 2014 di Kuta, Bali, Rabu (12/2/2014).

Indonesia memiliki potensi besar di bidang perkebunan kepala sawit karena areal lahan perkebunannya cukup luas tersebar di beberapa daerah di Tanah Air. Dia melanjutkan, kebijakan paling signifikan yang terus didorong pemerintah berupa penerapan pengikat sertifikat ISPO.

Dalam kesempatan sama, Ketua Panitia Pengarah ICOPE 2014 Daud Dharsono mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri 400 peserta dari berbagai latar belakang seperti pakar, pengambil kebijakan, pelaku usaha perkebunan, berasal kawasan Eropa, Amerika Serikat, Afrika dan Asia.

Mereka menyampaikan gagasan pandangan bagaimana mewujudkan pemgembangan budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan sebagaimana pencapaian ISPO. Lewat berbagai, diskusi dan berbagi pengalaman serta mencari pemahaman seputar pengembangan perkebunan kelapa sawit yang produktif.

"Bagaimana pengembangan kepala sawit yang berdaya guna, namun tetap ramah lingkungan," katanya menambahkan.

Ajang tingkat dunia dua tahunan ini, dipandang penting bagi pengembangan kelapa sawit Indonesia ke depan. Diharapkan, lahir solusi bagi produksi minyak sawit agar lestari dan program perlindungan lingkungan, baik di tingkat kajian kebijakan maupun penerapannya di industri.

Perusahaan perkebunan dan organisasi-organisasi di tingkat nasional maupun internasional yang hadir akan memberikan perhatian khusus kepada isu lingkungan. Isu lingkungan itu nantinya diimplementasikan melalui strategi berbagi pengalaman, mencari solusi dan sumberdaya antarberbagai pemangku kepentingan.

Sektor perkebunan kelapa sawit berkontribusi penting bagi kesejahteraan ekonomi bangsa Indonesia karena merupakan jawaban bagi kebutuhan dunia terhadap pangan dan energi. Untuk itu, harus dikelola secara berkelanjutan dan ramah lingkungan agar masyarakat terus dapat menikmati manfaatnya.



(Okc/KNIA)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru