Matatelinga - Jakarta, Pada akhir pekan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
diperkirakan akan bergerak menguat di level 4.372-4.450. Hal ini
dikarenakan adanya beberapa sentimen, baik di dalam negeri maupun di
luar negeri.
Equity Analyst Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza
Mihardja, mengatakan dari dalam negeri sendiri, hari ini akan diumumkan
cadangan devisa Indonesia yang naik menjadi USD100,7 miliar.
"Sedangkan
untuk esok hari dari China akan dirilis data PMI services yang
diperkirakan akan turun dari level 50,9," ucap Christandi di Jakarta,
Jumat (7/2/2014).
Selain itu, pada perdagangan Jumat ini, akan
dipengaruhi oleh data interest rate Euro Area yang diperkirakan stagnan
di 0,25 persen.
Di sisi lain, Research Department Asjaya
Indosurya Securities, William Surya Wijaya, mengatakan data neraca
perdagangan AS yang diperkirakan defisit sebesar USD36 miliar dari
sebelumnya USD34,25 miliar dan data initial jobless claims AS yang
diperkirakan turun menjadi 335 ribu akan memberikan sentimen tambahan.
Menurutnya, IHSG menuju kepada resistance terdekat pada 4.458, dan potensi untuk kembali menggapai resistance konfirmasi pembalikan arah menuju uptrend dengan
timeframe jangka menengah, yang terletak pada level 4.510 kembali
terbuka lebar. "Yang tentunya akan membawa IHSG kepada pola lanjutan
dari penguatan yang selama ini tertunda," katanya.
William
menambahkan, range IHSG berada pada kisaran 4.371-4.481 dengan
kecenderungan melanjutkan penguatan, ditunjang oleh bergairahnya
pembelian oleh pihak asing dan penutupan dengan candle positif di atas
middlebands (part of bollingerbands).
(Okc/KNIA)