Matatelinga - Medan, Satuan mahasiswa pelajar dari ormas kepemudaan melakukan unjuk rasa di halaman kantor PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut Jalan. KL. Yos Soedarso Medan, Sealas (28/1/2014) siang,terkait temuan kasus pencurian arus listrik pada proyek pembangunan gedung DPRD Kota Medan beberapa waktu lalu.
Aksi yang dikornidir Jerry Hanna dan Miko meminta kepada Polresta Medan agar mengusut tuntas dan mengembangkan siapa dalang dibalik pencurian arus listrik negara khususnya yang terjadi proyek pembangunan gedung DPRD kota Medan.
Selain itu, massa meminta pada DPRDSU agar memanggil pihak Polresta Medan dan mendesak agar segera melakukan pengusutan terhadap kasus pencurian arus listrik negara yg dilakukan oleh PT. Pembangunan Pemukiman (PP) pada proyek pembangunan gedung DPRD kota Medan.
Pihak DPRDSU agar melakukan rapat dengan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut supaya mencopot Ka PT. PLN (Persero) area kota Medan A.H. Nasution dan mengkaji ulang kinerja tim P2TL PT. PLN (Persero) area kota Medan.
Pimpinan PT. PLN (Persero) wilayah Sumut agar mencopot Ka PT PLN (Persero) area Kota Medan Abdul Haris Nasution,karena dinilai jelas telah gagal dalam menjalankan tugasnya.
Jangan ada tebang pilih didalam menegakkan hukum di negeri ini.
Aksi yang dilakukan para massa dari Sapma berlangsung dengan damai dengan pengawalan ketat pihak kepolisian Polsek Medan Barat meskipun melakukan bakar ban bekas tepat di depan pintu masuk kantor PT. PLN (Persero) wilayah Sumut.
Setelah melakukan melakukan aksi, para pengunjuk rasa diterima oleh Kordinator Pam dan Kabag Hukum PT. PLN (Persero) Sumut Suwito dengan mengatakan pihaknya berterima kasih dan menerima aspirasi dari massa secara positif.
Lanjut Suwito sebenarnya PT. PP yang menjadi pengembang pada proyek pembangunan gedung DPRD Kota Medan tidak melakukan pencurian arus hanya, memperbesar dan mereka juga sudah membayar tagihan listrik tersebut pada Pihak PT.
PLN (Persero) kota Medan sehingga tidak ada yang perlu dipermasalahkan ujarnya didepan pengunjuk rasa.
Setelah menerima penjelasan dari perwakilan PT. PLN (Persero) wilayah Sumut, akhirnya massa mengerti dan selanjutnya kordinator aksi menginstruksikan pada massanya untuk membubarkan diri.
(Robby/Adm)