Minggu, 11 Oktober 2026 WIB

Geger..!!!Mantan Kepala RS PHC Medan Tersangka Pencabulan, Dua Perawat Jadi Korban, Diduga Masih Ada Yang Lain

Rompas - Sabtu, 14 Maret 2026 08:00 WIB
Geger..!!!Mantan Kepala RS PHC Medan Tersangka Pencabulan, Dua Perawat Jadi Korban, Diduga Masih Ada Yang Lain
Rumah sakit TKP pencabulan korban

MATATELINGA, Belawan :Setelah melakukan penyidikan yang panjang. Akhirnya Polres Pelabuhan Belawan menahan tersangka Dokter SA,yang merupakan mantan kepala Rumah Sakit PHC Medan karena melakukan kekerasan Seksual kepada bawahannya Jumat dini hari(13/03/2026)
SA melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap korban pegawai RS PHC Medan dan membuat menyisakan trauma mendalam kepada korbannya telah memenuhi unsur pasal yang disangkakan.

Tersangka dr. SA beberapa kali dipanggil secara berturut turut, tetapi selalu mangkir dengan alasan masih diluar kota dan sakit. Tetapi setelah ada laporan dari warga, tersangka dr.SA ikut demo di depan Kantor Walikota Medan beberapa waktu yang lalu. Maka tersangka kembali dipanggil dan dilakukan penahanan oleh petugas.

Korban korbannya diketahui berinisial SK (38) warga Kelurahan Terjun dan TKD (30) warga Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan. SK dan TKD saat melaporkan perbuatan kekerasan seksual yang dilakukan seorang dokter ke Polres Pelabuhan Belawan, beberapa waktu lalu didampingi kuasa hukumnya, Ibeng Syafruddin Rani, SH, MH.

Ditahannya dr.SA menegaskan penyidik sikap profesional dan telah memenuhi unsur pidana dan cukup alat buktinya.

Baca Juga:
Menurut Ibeng Syafruddin Rani SH, MH, kekerasan seksual yang dialami kliennya yaitu SK dan TKD yang dilakukan tersangka dr,SA seorang dokter yang juga Mantan Kepala Rumah Sakit Prima Cipta Husada Medan (PHCM) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional l RSPHC di Jalan KLY Sudarso Jalan Medan Belawan.

Lebih lanjut Ibeng bersama Bambang dan Faisal selaku Penasehat Hukum (PH) korban menjelaskan, kisah memilukan ini diawali oleh SK di tahun 2023. Awalnya kejadian, SK takut menceritakan karena masih ingin bekerja. Ternyata ketakutan SK dimanfaatkan oleh dr.SA hingga sampai berulang kali dilakukan kekerasan Sexsual di waktu yang berbeda di ruangan RS. PHC Medan Belawan.

Lanjut Ibeng, merasa aman perbuatannya tidak terbongkar dr.SA kembali melakukan hal yang sama kepada TKD seorang petugas Farmasi di RS. PHCM Belawan dengan meremas remas payudara TKD.dr SA bukan hanya meremasnya tapi mulutnya menghisap isap payu dara dan tangannya mengobok obok kemaluan di tahun 2024. Atas kejadian memilukan ini SK dan TKD melaporkan dr.SA ke Polres Pelabuhan Belawan dengan Nomor : LP/778/X/2025/SPKT dan Nomor : LP/780/X/2025/SPKT.

Berdasarkan Laporan Polisi yang dialami oleh SK dan TKD, dr.SA dapat dijerat UU No 12 Tahun 2022 UU TPKS tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Serta Kitab Undang - Undang Hukum Pidana pasal 289 dengan ancaman penjara 9 tahun dan denda, jelas Ibeng.

Baca Juga:
Ibeng menduga masih ada korban yang lain selain SK dan TKD. Untuk itu ia akan membentuk tim untuk menampung laporan para korban dari dr.SA yang lain.Bagi para korban selain SK dan TKD dipersilahkan melaporkannya ke Kantor ISR & Associated di Jalan Pemuda Medan. Atau kontak di No HP : 0812 6047 3469. Kami sebagai PH para korban kekerasan seksual di lingkungan kerja RSPHC Belawan akan terus memberikan pendampingan dan berharap BAP segera dilimpahkan ke Kejaksaan.Tutup ibeng didampingi Bambang dan Faisal.*

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kenapa KPK Memeriksa dan Menahan Mantan Menang RI Ini...?
Polisi Tangkap Ayah Cabuli Putri Kandung di Toba
Polres Pematangsiantar Gagalkan Peredaran Narkoba di Jalan WR Supratman
Satu Unit HP, Mengantarkan Pemuda ini Menginap Di Hotel Prodeo
Orang Pengedar Narkoba yang Menyebar di Kota Binjai Berhasil Diringkus Polisi
Wujud Kepedulian Polres Simalungun: Safari Ramadhan Bagi Takjil ke Karyawan Perkebunan
 
Komentar
 
Berita Terbaru