Jika diterapkan, ini akan menjadi titik awal baru untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang meningkat di Gaza dan Tepi Barat.
ASEAN diharapkan tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk menyatakan dukungan atas segala upaya menuju perdamaian sejati dan langgeng.
Baca Juga:
Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025 dan tuan rumah Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 memiliki tanggung jawab besar untuk memimpin suara regional dalam
mendukung implementasi gencatan senjata.
Dalam konteks ini, AMM-58 yang diselenggarakan pada 8 hingga 11 Juli di Kuala Lumpur membawa harapan baru karena isu Palestina diperkirakan akan mendapat perhatian serius seiring dengan perkembangan terbaru bahwa Israel dan Hamas mungkin sepakat untuk menerapkan gencatan senjata.
Penegasan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Amran Mohamed Zin, bahwa ini merupakan isu penting bagi ASEAN patut disambut baik. Beliau juga mengatakan bahwa AMM-58 dan Pertemuan Tingkat Menteri Konferensi Keempat Kerja Sama Negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (CEAPAD IV) akan menyatakan posisi mereka terkait hal ini.
CEAPAD IV, yang akan diketuai bersama oleh Malaysia, Jepang, dan Palestina, akan fokus pada program peningkatan kapasitas, rekonstruksi infrastruktur penting di Palestina, serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang komprehensif dan efektif.
CEAPAD IV diharapkan menjadi platform paling signifikan bagi negara-negara Asia Timur, termasuk ASEAN, untuk menyatakan solidaritas terhadap perjuangan Palestina dan membahas langkah-langkah untuk mendukung rekonstruksi pascakonflik negara tersebut.
ASEAN secara kolektif telah lama menunjukkan konsistensi dalam mendukung rakyat Palestina.