Minggu, 26 April 2026 WIB

Aksi Damai Satu Juta Perempuan Untuk Gaza

Redaksi - Senin, 07 Juli 2025 06:32 WIB
Aksi Damai Satu Juta Perempuan Untuk Gaza
Mtc/Ist
Puluhan ribu perempuan Indonesia dari 40 ormas dan komunitas yang bergabung dalam aksi damai Satu Juta Perempuan untuk Gaza

MATATELINGA, Jakarta:Puluhan ribu perempuan Indonesia dari 40 ormas dan komunitas yang bergabung dalam aksi damai Satu Juta Perempuan untuk Gaza menyerukan pemboikotan produk-produk terafiliasi Israel sebagai wujud dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

Baca Juga:

"Dengan tidak mendatangi gerai-gerai restoran cepat saji mereka, dengan tidak memberi produk mereka, kita sudah ikut berpartisipasi untuk menghambat dana mereka yang digunakan untuk mendapatkan amunisi," kata perwakilan gerakan solidaritas perempuan untuk Palestina itu, Finda Musfindayani, dalam keterangan di Jakarta, Senin(.7/7/2025)

Selain menghambat dana yang digunakan untuk mencegah kejahatan genosida terhadap Palestina, Koordinator Muslimah Bogor Raya itu pun menyampaikan bahwa gerakan boikot tersebut dapat pula mendukung dan memajukan produk lokal bangsa Indonesia.

"Kita juga dapat meningkatkan pemasaran produk-produk UMKM negara kita,"sebutnya.

Diketahui, aksi damai "One Million Women for Gaza" yang digelar di Jakarta, Minggu (6/7/2025) itu diinisiasi oleh PP Wanita Islam dan Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) Perempuan. Setiap rupiah yang dibelanjakan masyarakat, menurut mereka, memiliki dampak moral dan kemanusiaan.

Lebih dari sekadar unjuk rasa, aksi damai itu pun memadukan berbagai kegiatan edukatif, kultural, dan ekonomi. Di antaranya adalah orasi lintas agama dan profesi, doa bersama, panggung budaya berisi puisi dan musik religi, serta testimoni dari korban agresi dan pejuang kemanusiaan.

Salah satu sorotan utama dari "One Million Women for Gaza" adalah kampanye "Ganti Produk", yaitu ajakan untuk meninggalkan produk-produk yang diketahui mendukung pendudukan Israel, dan menggantinya dengan produk halal lokal. Aksi itu bertujuan untuk menguatkan jaringan ekonomi alternatif, terutama produk halal lokal dan UMKM perempuan.

Finda menyampaikan pula bahwa kehadiran perempuan dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari guru, pelajar, mahasiswa, komunitas ojol perempuan, hingga tokoh nasional dan pemengaruh itu memperkuat pesan bahwa gerakan boikot adalah bentuk aksi strategis yang bermartabat.

Dengan pendekatan edukatif dan aksi damai, para peserta berharap dapat menggugah kesadaran kolektif masyarakat Indonesia untuk mendukung Palestina bukan hanya lewat doa dan demonstrasi, melainkan juga melalui pilihan konsumsi sehari-hari.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
KTT OKI Akan Bahas Mengenai Kemerdekaan Palestina
Seskab : Saya dan Presiden Dukung Kemerdekaan Palestina
Obama Serang Netanyahu Karena Menolak Memerdekakan Palestina
Israel Kecam Sikap Vatikan Akui Kemerdekaan Palestina
 
Komentar
 
Berita Terbaru