Rabu, 28 Oktober 2026 WIB

Faktor Sortiran Pabrik Efek Harga TBS Anjlok di Padang Lawas

Redaksi - Sabtu, 25 Juli 2026 06:45 WIB
Faktor Sortiran Pabrik Efek Harga TBS Anjlok di Padang Lawas
Matatelinga
Buah kelapa sawit masyarakat

MATATELINGA,Palas:Anjloknya harga Tandan Buah Sawit (TBS) di Padang Lawas tidak hanya disebabkan Kartel Pemilik Pabrik dengan pemilik kilang saja, melainkan harga beli para toke dilapangan dengan selisih harga Rp 500- Rp 700 dari harga Pabrik Kepala Sawit (PKS).
Hasil penelusuran Matatelinga.com Jumat (24/7/2026) anjloknya harga sawit dilapangan disebabkan sortiran buah di Pabrik lebih pada tidak manusiawi tanpa penilaian yang jelas, tegas Pak Nasution salah satu toke Sawit.
""Sortiran buah masyarakat di pabrik bisa 1000 kg - 1500 kg. Sementara muatan paling banyak 5000 kg - 6000 kg. Kalau buah pulang segitu banyak. Bisa minus keuntungan," sebutnya.
Lantas ditanya soal selisih harga di pabrik yang begitu jauh. Adapun buah pulang tetap saja bisa dijual. Pak Nasution, membenarkan dan tetap ada keuntungan tapi sangat tidak sesuai dengan kerjaannya, jawabnya.
Dengan demikian menjelaskan bahwa, penetapan harga pemerintah tidak berpengaruh kepada para toke, pemegang Surat Pengantar (SP), dan Kartel Pemilik Pabrik dalam menentukan harga TBS. Melainkan hanya dominan pada psikologis pasar dengan kemungkinan-kemungkinan.
Mengingat penentuan harga pemerintah sepertinya hanya sebatas tulisan yang tidak memiliki konsekuensi apabila tidak di jalankan.
DR. Mukmin Saipul Daulay, PLT. Kepala Dinas perkebunan, peternakan, dan Perikanan Kabupaten Padang Lawas menyampaikan perubahan harga TBS perminggu atas penetapan pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, harga tertinggi sebesar Rp 3.972.
Sementara harga TBS Minggu lalu Rp 3.930 ditemukan selisih kenaikan harga 41,66%. Penetapan harga tertinggi dengan kategori umur tanaman 21 tahun, Faktor K 93,76%, Rendeman CPO 22,32%, harga CPO Rp15.563, rendemen kernel 5,28%, harga kernel Rp 14,508.
Harga terendah sebesar Rp 3.345/kg, dengan kategori umur tanaman 3 tahun, faktor "k" 93,76% , rendemen CPO 18,24%, harga CPO Rp 15.563, rendemen kernel 5,03%, harga kernel Rp14.508. Kenaikan harga TBS atas penetapan pemerintah terus meningkat seiring dengan kenaikan harga CPO.
Usai melaksanakan Sholat Jum'at, (24/07-2026), Sugianto Harahap, Sekretaris Pimpinan Cabang Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PC. LAKPESDAM NU) Kabupaten Padang Lawas kepada Matatelinga.com menyampaikan, para petani sawit sudah mimpi menghasilkan keuntungan yang baik, usai pemerintah meresmikan B50 sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kenderaan, akhirnya mengelus dada ketika harga sawit anjlok.
"Hadirnya B50 prediksi petani sawit akan makmur, nyatanya makin tersungkur, karena CPO dibeli dengan Domestic Market Obligation (DMO) kurang lebih Rp 9.300, Sementara ekspor sudah kisaran Rp 16.000. Kekhawatiran petani sawit semakin terbukti, dengan dijadikannya CPO BBM. Harga CPO sudah kisaran diatas 14000/Kg.
Sedangkan harga biodisel masih di patok harga subsidi. Artinya harga CPO dalam negeri tidak akan naik melainkan turun. Sementara harga dunia makin naik. Jadinya kita berpikir pemerintah mengagendakan CPO menjadi BBM untuk apa, dan apakah untuk mencekik petani sawit," tanya Sugianto kesal.
Keluhan petani sawit semakin meningkat, apa lagi harga buah sawit makin merosot, sortiran di pabrik tidak karuan. Belum lagi harga pupuk naik melonjak 100-150% /sak.
Pemerintah hanya bisanya omon-omon dan menetapkan harga doank, tanpa ada tindak lanjut atau konsekuensi yang dapat membuat efek jera, kecam Sugianto.
Seharusnya pemerintah dalam menetapkan harga turut menyampaikan konsekuensi atas ketidak patuhan oleh pihak pabrik perkebunan mitra plasma, dengan tegas memberi peringatan keras dan pencabutan izin usaha, harapan LAKPESDAM Padang Lawas.
Pada hari yang bersamaan, Matatelinga.com Menindak lanjuti harga TBS di Pabrik Kepala Sawit melalui seluler telpon tiga orang humas pabrik kelapa sawit terbesar di Padang Lawas diantaranya, Humas PT Permata Hijau Sawit (PHS) Menanti, Humas PT. Victoriando Alam Lestari (VAL) di Huta Lombang, dan Humas PTPN IV Sosa.
Ketiga orang humas tersebut tidak ada yang bersedia memberi tanggapan ataupun penjelasan sampai berita ini dimuat.
Laporan Wartawan Padang Lawas A. Pulungan

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
PC Himmah Palas Tolak Kehadiran Jen Manurung  ke Padang Lawas
Tekan Kriminalitas Malam Minggu, Sat Reskrim Polres Padang Lawas Gelar Patroli Wilayah Rawan Kejahatan
Satbinmas Polres Padang Lawas Go To School
Sekda Kabupaten Padang Lawas Panguhum Nasution Resmi Jadi Doktor
Hasil Manajemen Talenta, Sekda Defenitif Dilantik
PC NU Padang Lawas Gelar Raker Wujudkan Pembangunan SDM
 
Komentar
 
Berita Terbaru