Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Haposan Silalahi Curahkan Segala Perhatian, 15 Program Aksi Menteri Jadi Fokus Pembenahan Lapas Manado

Admin - Jumat, 28 Agustus 2026 13:15 WIB
Haposan Silalahi Curahkan Segala Perhatian, 15 Program Aksi Menteri Jadi Fokus Pembenahan Lapas Manado
Matatelinga/Istimewa
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, mencurahkan segala perhatian untuk memastikan seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayahnya

MATATELINGA - Manado : Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, mencurahkan segala perhatian untuk memastikan seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayahnya mampu menyukseskan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Komitmen itu diwujudkan melalui pengawasan langsung terhadap pelayanan, pembinaan warga binaan, kondisi hunian, hingga penguatan sarana dan prasarana di Lapas Kelas IIA Manado.

Haposan turun langsung meninjau Lapas Kelas IIA Manado pada Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda inspeksi rutin, melainkan bagian dari upaya memastikan kebijakan pemasyarakatan benar-benar hadir dalam keseharian warga binaan.

"Yang paling penting adalah memastikan pelayanan dan pembinaan berjalan dengan baik. Kita ingin 15 Program Aksi Menteri tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga binaan," ujar Haposan Silalahi.

Baca Juga:
Selama hampir dua jam, Haposan bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara menelusuri sejumlah titik penting di dalam Lapas Manado.

Peninjauan dimulai dari Blok Lansia. Haposan melihat secara langsung kondisi hunian sekaligus pelayanan yang diberikan kepada warga binaan lanjut usia. Perhatian terhadap kelompok rentan menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan pemasyarakatan berjalan dengan pendekatan yang manusiawi.

Dari blok hunian, perhatian Haposan beralih ke area yang terdampak kebakaran, termasuk lokasi gereja di dalam kompleks Lapas Manado. Ia melihat kondisi area tersebut sekaligus meninjau tempat relokasi yang kini digunakan warga binaan untuk melaksanakan kegiatan peribadatan.
Kunjungan kemudian berlanjut ke dapur higienis dan Wartelsuspas.

Kedua fasilitas itu menjadi bagian penting dari pelayanan sehari-hari kepada warga binaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga akses komunikasi.

Baca Juga:
Namun, agenda kunjungan tidak berhenti pada pemeriksaan fasilitas. Di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Haposan menyaksikan langsung hasil pembinaan produktif warga binaan. Ia turut melakukan panen pakcoy dan terong, yang menjadi gambaran konkret bagaimana program pembinaan diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan dan aktivitas produktif.

Bagi Haposan, pembinaan semacam itu memiliki arti lebih jauh daripada sekadar menghasilkan komoditas pertanian.
"Pembinaan harus memberikan bekal. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dipersiapkan agar ketika kembali ke tengah masyarakat memiliki keterampilan, rasa percaya diri, dan kemampuan untuk hidup mandiri," katanya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi Lapas Manado pascakebakaran dan memastikan proses pelayanan dan pembinaan tetap berjalan di tengah berbagai keterbatasan.

Haposan menegaskan, pengawasan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan jajaran pemasyarakatan bekerja sesuai tugas dan fungsi serta mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah ke dalam pelayanan yang konkret.

Baca Juga:
"15 Program Aksi Menteri adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kita harus memastikan implementasinya benar-benar berjalan, mulai dari pelayanan, pembinaan, keamanan, sampai pemberdayaan warga binaan," ujar Haposan.

Seluruh rangkaian kunjungan dan peninjauan berakhir sekitar pukul 11.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Bagi Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara, kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan program pemasyarakatan tidak cukup diukur dari administrasi dan laporan, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu menghadirkan pelayanan yang layak, pembinaan yang produktif dan harapan baru bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Baca Juga:

Editor
: James Pardede
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Sidak Gabungan Lapas Salemba Perkuat Komitmen Zero Halinar
WN Malaysia Ditangkap Pasok dan Edarkan Vape Narkoba Bersama Kekasih WNI
Ka KPLP Lapas Binjai Pimpin Apel Regu Pengamanan, Pastikan Kesiapsiagaan dan Disiplin Petugas
Pasporia CFD Sudirman, Imigrasi Jakarta Timur Dekatkan Layanan Paspor dan Cek Kesehatan Gratis kepada Masyarakat
17 Desa di Deli Serdang Jadi Desa Binaan Imigrasi
Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan bagi Warga Binaan, Lapas Kelas I Medan Jalani Kredensialing BPJS
 
Komentar
 
Berita Terbaru