Matatelinga - AS, Apapun
dilakukan Elizabeth Starr demi melejitkan karirnya sebagai bintang
porno. Tubuh adalah aset terbesar miliknya yang harus dijaga dengan
baik. Motivasi itulah yang akhirnya membuat Starr melakukan praktek
ilegal “string” implan payudara, 15 tahun lalu.
Kini, Starr hanya bisa menyesali keputusannya tersebut. Langkah yang ditempuhnya itu, sekarang berpotensi membahayakan hidupnya.
"Dulu
aku punya keluarga yang mendukung. Aku tahu memiliki payudara lebih
besar akan meningkatkan prospek karierku," kata Starr kepada Daily Mail.
Sejak beberapa tahun
lalu, Starr mulai khawatir akan keadaan payudaranya. "Sekarang hidupku
dari hari ke hari mengkhawatirkan bahwa aku mungkin terkena infeksi
atau pembekuan darah. Ini menghancurkan hidupku," lanjutnya.
Pascaimplan
yang dilakukannya, payudara bintang porno 43 tahun tersebut terus
mengembang hingga mencapai cup berukuran O. The New York Daily News
menyebutkan bahwa prosedur implant tersebut telah membenamkan ‘string’
polypropylene sintetis ke dalam payudara.
String menghasilkan
produksi cairan dan kemudian menyerapnya. Hal ini membuat payudara
terus mengembang dari waktu ke waktu. Beberapa tahun setelah operasi
yang dilakukan Starr, praktek ini dilarang di Amerika Serikat dan
Eropa.
Barcroft Media melaporkan bahwa Starr telah menjalani 63
prosedur korektif untuk mengatasi komplikasi berasal dari implan yang
dilakukannya.
Seperti dilansir dari Huffington Post, dokter
telah merekomendasikan Starr agar menjalani mastektomi ganda untuk
melindunginya dari risiko pembekuan darah dan infeksi. Namun, setelah
menjalani lebih dari 60 operasi, ibu dua anak ini angkat tangan. Starr
mengaku tidak sanggup lagi menghadapi prosedur pembedahan.
Apa
yang dialami Starr tidak hanya membahayakan kondisi kesehatan fisiknya,
namun juga mengguncang psikisnya. Pasalnya, masyarakat justru
memberikan justifikasi yang menyudutkan posisinya.
"Sulit ketika
Anda telah menjadi korban dari sesuatu. Dan itu bahkan lebih sulit
ketika Anda memilih jalan hidup di mana orang mungkin memandang rendah
pada Anda dan berpikir, dia layak mendapatkannya," kata Starr.
Namun, Starr tidak berkecil hati. Dia memiliki pandangan lain terhadap apa yang dialaminya.
"Tapi, aku tidak akan berharap ini pada siapa pun dan saya harap cerita saya akan menjadi peringatan," ujarnya.
(Vnc/KNIA)