Rianto juga mengatakan kegiatan penanaman jagung kali ini merupakan periode kedua, yang sebelumnya, penanaman jagung telah dilakukan di lahan seluas 5,5 hektare dengan hasil yang cukup memuaskan.
Program ini sangat baik karena selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan edukasi kepada warga binaan yang telah memenuhi asesmen sehingga saat mereka bebas, khususnya warga Asahan, mereka memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup.
Baca Juga:
Wakil bupati Asahan juga berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum, ujarnya.
Sementara Kakanwil Ditjenpas Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjan juga mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk melihat lahan yang dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan, yang sebelum pembangunan dimulai, lahan akan dimanfaatkan untuk program penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan yang telah mendapat assesmen dan melalui program ini, warga binaan yang telah memenuhi asesmen dan akan segera bebas akan diberikan edukasi serta keterampilan bercocok tanam, agar mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat, ungkapnya
Baca Juga: