Dari Belajar ke Menjalani
Seiring waktu, ngaji.ai tumbuh bersama penggunanya. Bukan hanya dari jumlah, tetapi dari cara aplikasi ini digunakan. Rata-rata waktu penggunaan harian mencapai lebih dari tujuh menit per pengguna. Angka yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bermakna besar karena menunjukkan bahwa ngaji.ai benar-benar hadir dalam rutinitas ibadah sehari-hari.
"Ini bukan aplikasi yang dibuka sekali lalu ditinggalkan," ujar Vanya Sunanto, COO Vokal.ai. "Pengguna kembali setiap hari karena merasa ditemani." Bersama Adithya Zulfan, Head of Marketing Vokal.ai, ia melihat keterlibatan ini sebagai tanda bahwa pendekatan yang diambil ngaji.ai selaras dengan kebutuhan pengguna Muslim modern di Indonesia.
Transformasi paling terasa hadir lewat pengembangan tampilan homepage serta fitur-fitur baru: Sholat, untuk bantu pengguna 'absen' ibadah wajib lima kali seharinya; Doa, Dzikir, dan yang paling menarik, Ikhtiar.
Melalui fitur Ikhtiar, pengguna tidak dihadapkan pada daftar panjang amalan yang melelahkan, tetapi diajak memilih satu fokus ikhtiar. Bisa sesederhana menjaga lisan, lebih disiplin salat tepat waktu, atau meluangkan waktu untuk dzikir harian. Setiap ikhtiar. dibagi ke dalam tugas-tugas kecil selama tujuh hari, membuat prosesnya terasa ringan dan realistis.
Verti Tri Wahyuni, momfluencer (instagram @ve.idn) sekaligus pengguna lama ngaji.ai merasakan perubahan ini secara personal. "Yang paling berat dari ibadah itu bukan niatnya, tapi konsistensinya. Ikhtiar di ngaji.ai bikin saya merasa tidak sendirian. Target besar dipecah jadi langkah kecil, jadi tidak terasa menekan," tuturnya. Baginya, ngaji.ai membantu menghubungkan antara belajar Al-Qur'an dan benar-benar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menatap 2026
Transformasi ini juga menjadi fondasi bagi langkah ngaji.aj ke depan. Tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting. Rencana untuk menjalin kerja sama strategis dengan lebih banyak institusi bisnis dan pemerintah telah dirintis dan dijalankan tahun ini.