Sabtu, 01 Agustus 2026 WIB

Rico Waas Prioritaskan 4 Aset Untuk Profit, Pemko Medan Dorong Kebangkitan PUD Pembangunan

Putra - Jumat, 20 Februari 2026 19:27 WIB
Rico Waas Prioritaskan 4 Aset Untuk Profit, Pemko Medan Dorong Kebangkitan PUD Pembangunan
Rico Waas dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2/2026

Menurut Rico Waas, perusahaan daerah itu tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, dan langkah konkret menjadi kunci. Dari lima unit usaha yang dikelola, Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas, Rico Waas menyebut empat di antaranya memiliki potensi profit jika dikelola serius dan profesional.

Salah satu yang paling disorot adalah PKTM seluas 12,5 hektare yang baru termanfaatkan sekitar 4 hektare. Artinya, masih ada 7–8 hektare lahan potensial yang belum digarap optimal. Oleh karena itu Rico Waas membuka opsi pembangunan mandiri maupun kerja sama pihak ketiga apabila kondisi fiskal daerah belum memungkinkan investasi penuh.

Baca Juga:
"Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan," tegas Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, Pemko juga siap mendukung perbaikan akses jalan guna meningkatkan nilai bisnis kawasan tersebut.

Terkait Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di pusat kota, Rico Waas menilai keduanya seharusnya menjadi aset paling produktif. Namun ia mengingatkan, bisnis di kawasan strategis hanya akan berhasil jika didukung infrastruktur dan fasilitas memadai. Khususnya Kolam Renang Deli, ia menekankan agar fungsi utama tidak berubah.

"Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang," Jelas Rico Waas

Baca Juga:

Selanjutnya Rico Waas menyatakan Pemko Medan tidak menutup kemungkinan penyertaan modal. Namun ia menegaskan, suntikan dana hanya bisa diberikan jika rencana bisnis benar-benar komprehensif, terukur, dan realistis.

"Kami tidak takut membicarakan penyertaan modal. Tapi kita juga harus melihat kondisi keuangan daerah," Ujar Rico Waas.


Sementara itu, Dirut PUD Pembangunan Septianus Bate'e memaparkan kondisi riil perusahaan yang masih defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan menjadi penopang utama dengan kontribusi 73,25 persen dari total pendapatan. Namun beban operasional Rp367 juta per bulan, PBB sekitar Rp1,2 miliar per tahun, serta tunggakan hak pegawai membuat perusahaan belum sehat secara finansial.

"Kolam Renang Deli dan Taman Margasatwa Medan masih merugi, sementara Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatat surplus tipis", jelasnya.

Baca Juga:
Menurut Septianus, jajaran Direksi periode 2026–2030 memulai pembenahan dari internal, termasuk digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional, penyusunan SOP dan KPI dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, serta nihil temuan audit material.

"Transformasi Medan Zoo juga disiapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan", ujarnya.

Pemko Medan menargetkan BUMD ini tidak lagi menjadi beban, melainkan kontributor nyata bagi PAD. Dengan tiga aset prioritas digerakkan lebih dulu, PUD Pembangunan diharapkan bangkit secara bertahap, sehat, dan berorientasi profit tanpa meninggalkan fungsi sosialnya.

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Belajar Dari Pengalaman, Rico Waas Siapkan Langkah Strategis Menghadapi Bencana Banjir"
Pengaktifan 1.160 Poskamling dan Sinergi dengan Kepolisian: Setahun Rico Waas, Angka Kriminalitas di Medan Turun
Silaturahmi Ka.UPT Pemasyarakatan Medan dengan Kapolrestabes Medan Perkuat Sinergitas Keamanan
Terdesak Bayar Kontrakan Rumah, Pekerja Bangunan Curi Motor
Rico Waas Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan Interim LKPD se-Sumut
Babinsa P.Medang Patroli Bersama Komduk di Area Publik dan Sekolah
 
Komentar
 
Berita Terbaru