"Bagaimana mungkin Pelindo mengklaim mendukung pembangunan nasional, sementara infrastruktur vital di sekitar pelabuhannya sendiri dibiarkan rusak? Ini bentuk pengingkaran terhadap visi Presiden," tegas Razak.
Baca Juga:
Selain itu, PP HIMMAH mengecam keras sikap Pelindo Pusat yang tetap menggelar dan mempublikasikan kegiatan internal bernuansa pesta pada Kanal media sosial tanggal 8 Januari 2026 lalu, di tengah penanganan bencana alam yang masih berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, wilayah yang merupakan bagian dari tanggung jawab operasional Pelindo.