Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem Hingga 2 Desember Di Sumatera Utara, Ini Imbauan Kepala BBMKG Wilayah I Medan Kepada Para Kepala Daerah

Yasmir - Kamis, 27 November 2025 18:30 WIB
Antisipasi Cuaca Ekstrem Hingga 2 Desember Di Sumatera Utara, Ini Imbauan Kepala BBMKG Wilayah I Medan Kepada Para Kepala Daerah
Matatelinga
Info grafis peta Siklon Tropis Senyar yang dikeluarkan BMKG

MATATELINGA, Medan:Mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem di Sumatera Utara hingga 2 Desember 2025, Kepala Bslai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Meda, Dr Hendro Nugroho ST MSi, menyampaikan himbauan kepada seluruh bupati, walikota se provinsi ini.

Himbauan ini, tertuang dalam siaran pers kepala BBMKG Wilayah 1, yang diterima media online https://matatelinga com, Kamis (27/11/2025) siang tadi.

Baca Juga:

"Waspada cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Senyar. Siklon tropis ini merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak tanggal 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka", ucap Hendro Nugroho dalam siaran persnya itu.

Menurut dia, dalam satu minggu terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari. Katanya, data pengamatan curah hujan dari UPT BMKG di Sumatera Utara, tercatat intensitas hujan berada pada kategori lebat hingga ekstrem, dengan durasi yang cukup lama.

"Nilai intensitas tertinggi tercatat di ARG Pakkat sebesar 238.4 mm (25 November 2025), Stamet F.L Tobing sebesar 229.7 mm (24 November 2025), ARG Tapanuli sebesar 176.4 mm (24 November 2025)", imbuhnya.

Sementara, untuk pos hujan Hapesong, Tapanuli Selatan sebesar 149.7 mm (24 November 2025), ARG Teluk Dalam 157.6 mm (24 November 2025), ARG Arse 158.2 mm (25 November 2025), ARG Salak 110 mm (25 November 2025), dan AWS Hinai Langkat 93.8 mm (25 November 2025).

Menurut Hendro Nugroho, siklontropis Senyar memberikan dampak peningkatan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem, berupa hujan lebat hingga ekstrem. Kemudian, gelombang tinggi serta angin kencang di wilayah Sumatra Utara.

Ditambah lagi, dengan kondisi kelembapan udara di wilayah Sumatera Utara terpantau sangat tinggi, sehingga kondisi udara cukup basah yang semakin mendukung potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Sumatera Utara.

"Berdasarkan faktor global, kondisi IOD negatif diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2025", Hendro menjelaskan.

Kondisi tersebut menambah asupan uap air di pantai barat Sumatera Utara. Gelombang atmosfer juga terpantau masih aktif di wilayah Sumatera Utara, sehingga turut berpotensi menambah asupan uap air di Sumatera Utara.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Banjir Dan Pohon Tumbang Di Sibolangit
Polresta Deli Serdang Lakukan Penanganan Cepat Terhadap warga terdampak Banjir di wilayahnya
Medan Dikepung Banjir Buka Posko, Petugas Siaga Evakuasi Warga
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Tempat Seputaran Danau Maninjau - Sumbar Terdampak Longsor Dan Banjir
Banjir... banjir...banjir....
Brimob Sumut Bergerak Cepat! Quick Response Bencana, Warga Terbantu Air Bersih dan Pembersihan Material Longsor
 
Komentar
 
Berita Terbaru