Minimalisir Risiko Dan Dampak Cuaca, Babinsa Senayang Edukasi Nelayan Tentang Mitigasi Bencana.
MATATELINGA,Senayang, Lingga Dalam upaya meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah binaan, Babins
TMMD
MATATELINGA, Medan:Mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem di Sumatera Utara hingga 2 Desember 2025, Kepala Bslai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Meda, Dr Hendro Nugroho ST MSi, menyampaikan himbauan kepada seluruh bupati, walikota se provinsi ini.
Himbauan ini, tertuang dalam siaran pers kepala BBMKG Wilayah 1, yang diterima media online https://matatelinga com, Kamis (27/11/2025) siang tadi.
Baca Juga:
"Waspada cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Senyar. Siklon tropis ini merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak tanggal 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka", ucap Hendro Nugroho dalam siaran persnya itu.
Menurut dia, dalam satu minggu terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari. Katanya, data pengamatan curah hujan dari UPT BMKG di Sumatera Utara, tercatat intensitas hujan berada pada kategori lebat hingga ekstrem, dengan durasi yang cukup lama.
"Nilai intensitas tertinggi tercatat di ARG Pakkat sebesar 238.4 mm (25 November 2025), Stamet F.L Tobing sebesar 229.7 mm (24 November 2025), ARG Tapanuli sebesar 176.4 mm (24 November 2025)", imbuhnya.
Sementara, untuk pos hujan Hapesong, Tapanuli Selatan sebesar 149.7 mm (24 November 2025), ARG Teluk Dalam 157.6 mm (24 November 2025), ARG Arse 158.2 mm (25 November 2025), ARG Salak 110 mm (25 November 2025), dan AWS Hinai Langkat 93.8 mm (25 November 2025).
Menurut Hendro Nugroho, siklontropis Senyar memberikan dampak peningkatan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem, berupa hujan lebat hingga ekstrem. Kemudian, gelombang tinggi serta angin kencang di wilayah Sumatra Utara.
Ditambah lagi, dengan kondisi kelembapan udara di wilayah Sumatera Utara terpantau sangat tinggi, sehingga kondisi udara cukup basah yang semakin mendukung potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Sumatera Utara.
"Berdasarkan faktor global, kondisi IOD negatif diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2025", Hendro menjelaskan.
Kondisi tersebut menambah asupan uap air di pantai barat Sumatera Utara. Gelombang atmosfer juga terpantau masih aktif di wilayah Sumatera Utara, sehingga turut berpotensi menambah asupan uap air di Sumatera Utara.
Dalam penjelasannya, Hendro menambahkan, adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat, antara lain di Kabupaten Langkat, Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah.
Selain itu tercatat pula, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Humbang Hasundutan. Juga di Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, dan Toba .
Baca Juga:
Hendro Nugroho menambahkan, berdasarkan faktor-faktor yang disebutkan di atas, maka BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan banjir bandang, khususnya di daerah rawan dan sepanjang alur sungai, longsor di kawasan perbukitan dan lereng curam.
Selain itu disebutkannya, angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan barat Sumatera Utara.
Mengingat cuaca bersifat dinamis, menurut dia, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG.
Kemudian, kepada para Kepala Daerah, Hendro Nugroho juga mengimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD, TNI, POLRI setempat, untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan Balai Besar MKG Wilayah I Medan, melalui media sosial @infobmkgsumut.
"Masyarakat juga dapat menghubungi layanan informasi Balai Besar MKG Wilayah I Medan, melalui call center di 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id", pungkasnya.
Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka, Picu Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumatera Utara
Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka, dapat memicu cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera Utara. Demikian hasil pantauan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) pusat.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan persnya, Kamis (27/11/2025) pagi tadi menyampaikan, kondisi ini dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat, hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di wilayah sekitarnya.
Menurut dia, berdasarkan pemantauan terakhir per 26 November 2025 pukul 07.00 WIB, siklon ini bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam.
Siklon Tropis Senyar terbentuk dari Bibit Siklon 95B, di kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh.
Faisal menyampaikan, kondisi ini meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka, memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian Utara Sumatra.
Teuku Faisal menjelaskan, saat ini, Siklon Tropis Senyar berpusat di sekitar 5.0° LU dan 98.0° BT, dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot atau 80 km/jam.
"Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh dengan kecepatan 4 knot (7 km/jam)," ucapnya.
Sedangkan dalam 48 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis.
"Selama 2-3 hari ke depan, dampak bencana hidrometeorologi masih harus diwaspadai terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatra Barat," jelasnya.
Berdampak hujan
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan, Siklon Tropis Senyar memberikan dampak hujan sedang hingga lebat.
"Intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Sumatera Barat dan Riau," kata Guswanto.
Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Riau.
Gelombang kategori sedang (1.25 - 2.5 m) diperkirakan terjadi di wilayah Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir.
Gelombang kategori tinggi (2.5 - 4.0 m), diperkirakan terjadi di wilayah Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.
BMKG terus memantau dinamika atmosfer imbas sistem siklontropis, melalui TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) Jakarta.
MATATELINGA,Senayang, Lingga Dalam upaya meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan wilayah binaan, Babins
TMMD
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Man
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Pimpinan Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Sukaramai, Selasa (23/6) siang.Budi bers
Ekonomi
MATATELINGA, Madina Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Aek Nabara, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (M
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menghadiri kegiatan Pelatihan Pengelolaan Air Bersih bagi Perempuan Pesisir
Ekonomi
MATATELINGA Laksamana Muda TNI (Purn) Leonardi menggugat UndangUndang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Nasional
MATATELINGA,Simalungun Menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengedukasi generasi muda, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas Polr
Berita Sumut
MATATELINGA,Pematangsiantar Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn bersama Ketua PKK Ny Liswati Wesly Silalahi hadiri Konser Bertabur Bintang yan
Lifestyle
MATATELINGA, Belawan Kodaeral I menerima kunjungan Inspektorat Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) dalam rangka pelaksanaan Audit Kinerja dan
Berita Sumut
MATATELINGA, Jakarta Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, sebelumnya mengungkapkan ada dua
Otomotif
MATATELINGA, Humbahas Konflik antara Wakil Bupati Humbahas Yunita Rebeka Marbun, dan Bupatinya Oloan Paniaran Nababan, ternyata tetap berla
Berita Sumut
MATATELINGA, Humbahas Kepolisian Republik Indonesia, belum lama ini telah memberlakukan tilang manual setelah sebelumnya hanya menggunakan
Berita Sumut