Di akhir sambutannya, Citra Capah mengajak seluruh masyarakat Pakpak untuk melestarikan budaya Pakpak, termasuk Pelleng sebagai makanan tradisional khas Pakpak yang sudah diakui secara Nasional sebagai warisan budaya.
"Saya yakin kita semua yang hadir dalam acara ini ingin menikmati hidangan Pelleng, semoga makanan khas Pakpak ini dapat kita wariskan ke anak cucu kita nanti," katanya.
Wakil Bupati Pakpak Bharat dan Dairi, mengapresiasi Gebyar Hari Pelleng Nasional sebagai persembahan dari esensi pelleng sebagai sodip dan pedah untuk A. Roni Angkat dan Jatmiko untuk jabatan lebih baik ke depan, termasuk pejabat Pakpak lainnya.
"Jika ternyata dikabulkan, ini tak lepas dari makan pelleng hari ini, karena esensinya doa untuk naik karier," kata Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin.
Sementara Dirjen Perkebunan, Roni Angkat saat memberi sambutan lebih memilih sebagai posisi warga Pakpak, bukan sebagai Dirjen Perkebunan. "Salah jika disebut Pakpak terbelakang, kemana pun saya melangkah, marga Angkat yang melekat dengan nama saya selalu menjadi kebanggaan bagi saya," kata Roni.
Ia juga mendorong komponen Pakpak untuk meningkatkan kemandirian dan sumber daya manusianya. Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) bisa dimanfaatkan generasi muda Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi dalam pengembangan SDM-nya ke depan.
Sedangkan Jatmiko Krisna Santosa, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) menegaskan jika jejak Dirjen Abdul Roni Angkat menjadi bagian dari prestasi warga Pakpak yang patut diapresiasi dan menjadi motivasi untuk mengangkat jati diri Pakpak. Jatmiko juga membuka peluang kepada putra-putri Pakpak untuk melanjutkan pendidikannya ke ITSI yang siap bekerja di sektor perkebunan.