MATATELINGA. Pematangsiantar - Sejumlah pedagang pasar horas jaya (PD-PHJ) di Jalan Sutomo, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar mengeluh akibat bayaknya tumpukan sampah yang berada di depan kios tempat mereka berjualan tak kunjung di bersihkan oleh petugas kebersihan.
Selain sampah yang bertumpuk banyak juga sampah berserakan di jalan yang menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit. Sehingga para pengunjung maupun pembeli malas melintas dari depan kios mereka
Sementara, para pedagang dikutip retribusi kios setiap hari dengan harga bervariasi seperti Rp 5000 sampai 7000 setiap kios. Akibatnya, para pedagang mengalami kerugian finansial dua kali dalam sehari. Dimana, para pedagang harus membayar retribusi kios tiap hari dan membayar tukang sampah untuk mengangkat sampah yang sudah menggunung dan berserakan tersebut agar mereka dapat berjualan dengan baik.
Baca Juga:Pelatihan Jurnalistik, Kajati Sumut Ajak Jurnalis Tidak Hanya Cepat, Tapi Juga Harus Akurat dan Berimbang
Seperti disampaikan salah seorang pedagang mengaku mengeluh lantaran buruknya sistem pengelolaan sampah di pasar horas jaya (PD PHJ) Kota Pematangsintar. Dia menjelaskan, akibat banyaknya sampah yang menumpuk dan berserakan dijalan sehingga para pengunjung dan pembeli malas melintas dari depan kios dan sampah tersebut berada persis di depan kiosnya.
"Sampah ini sangat mengganggu kami untuk berjualan. Jadi, pengujung maupun pembeli jadi malas lewat dari depan kios. "Apalagi, sampah itu diletakkan tepat di depan kios kami,"cecarnya. Dia menambahkan, bahwa hal itu terjadi karena tukang kebersihan tidak bertanggung jawab untuk mengangkat sampah lantaran mereka tidak gaji oleh direksi PD PHJ, " kata pedagang pria tersebut dan diaminkan pedagang lainnya.
[br]
Terpisah, Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun Juwita Panjaitan meminta Pemko untuk mengevaluasi kinerja direksi PD PHJ. Menurut nya, pihak Pemko maupun PD-PHJ sudah gagal dalam mengelola kebersihan di pasar horas jaya sehingga mengganggu proses jual beli dan mengurangi daya beli masyarakat.
Ditambakannya, bahwa tumpukan sampah dan yang berserakan di jalan itu dapat menimbulkan sumber penyakit bagi para pedagang maupun konsumen yang berkunjung ke pasar horas. AsSelain dapat menimbulkan penyakit juga mengurangi daya beli masyarakat yang hendak membeli kebutuhan masyarakat.
Juwita meminta, kepada pemerintah Kota Pematangsiantar (Pemko) agar mengevaluasi kinerja pihak PD-PHJ dalam hal kebersihan dan sistem penggajian para petugas kebersihan.
Baca Juga:Saat HUT TNI AU ke 75, Waka Polda Sumut Berikan Kejutan Pada Wing III Paskhas
"Semoga pemko dapat secepatanya mengevaluasi kinerja direksi PD PHJ agar pihak petugas kebersihan dapat bekerja dengan baik di pasar Horas," pinta Juwita.
Sementara, Direktu Utama (Dirut) PD-PHJ Kota Pematangsiantar Bambang K Wahono mengatakan terkait tumpukan sampah tersebut mengatakan, pihaknya telah memerintahkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah dilokasi pasar horas.
[br]
"Oh, itu sudah kita potensikan kepada petugas kebersihan untuk mengangkut sampah dilokasi.
"Kata Bambangketika dihubungi MATATELINGA.com saat dihubungi melalui seluler, Jum'at (09/04/2021) sore, sekira pukul 15.00 WIB
"Tapi saya akan coba cek dilapangan, kira-kira apa yang menjadi kendala para petugas kebersihan makanya tidak diangkut sampahnya. Apakah itu karena kendaraan atau apa kan, "kata Bambanngketika dihubungi MATATELINGA.com melalui seluler, Jumat (9/4/2021) sore, sekira pukul 15.00 WIB.
Lalu, terkait adanya pengutipan kios setiap hari yang bervariasi terhadap para pedagang menyatakan bahwa itu tidak benar. " itu tidak benar bang sembari meminta insan media untuk mencatat siapa nama petugas yang meminta retribusi dari para pedagang agar ditindak tegas.
Tapi Bang, kalau untuk perencanaan dan SDM oleh Bapak Imran Simanjuntak. "Tolong dikonfirmasikan kepada beliau ya bang. "Gak lah pula saya yang terus-terus turun untuk masalah itu, yang penting kita teknisikan apa yang menjadi kepentingan dan motivasi apa untuk petugas kebersihan supaya bekerja lebih baik," pintanya.
Baca Juga:Polisi Tangani Kasus kuda lumping di Sunggal Medan.
Saat ditanya soal petugas kebersihan yang tidak menerima gaji. Lalu, Bambang menjawab dari seberang seluler, pihaknya tidak pernah telat untuk membayar gaji. Bahkan untuk sebulan pun tidak pernah telat untuk membayar gaji petugas kebersihan. "Malah gaji petugas kebersihan itu sudah dinaikkan, agar para petugas kebersihan lebih termotivasi untuk bekerja,"katanya.
[br]
Kemudian Bambang menambahkan, kalau untuk penggajian honor petugas kebersihan tolong dikonfirmasi kepada direktur umum dan keuangan oleh Bapak Toga Sihite. "Kita tidak pernah telat untuk membayar gaji para petugas kebersihan. Dikatakanya, bahkan untuk sebulan pun tidak pernah telat untuk membayar gaji petugas kebersihan.
Bahkan dia menyebutkan malah sudah kita naikkan gaji petugas kebersihan agar mereka bekerja lebih semangat dan termotivasi untuk bekerja lebih baik sembari meminta MATATELINGA untuk berkomunikasi dengan Tiga Sihite.
"Tapi tolong dikonfimasi kembali kepada direktur umum dan keuangan oleh Bapak Sihite ya bang, "tutupnya. (Mtc/SIP)