Merasa curiga, korban kemudian melakukan penelusuran dan mengarah kepada seorang pria berinisial FY (27), yang masih merupakan warga setempat. Setelah dilakukan pencarian, korban menemukan sebagian minyak
nilam miliknya sebanyak 9 kilogram berada di belakang rumah terduga pelaku. Sementara itu, sisa sekitar 5 kilogram lainnya diketahui telah dijual oleh pelaku kepada agen minyak
nilam di wilayah Kota Fajar.
Ka
polres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Narsyah Agustian, S.H.,M.H., mengatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. "Tim opsnal bergerak cepat setelah menerima informasi dan berhasil mengamankan pelaku di wilayah Tapaktuan pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya, dan saat ini pelaku beserta barang bukti telah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Ma
polres Aceh Selatan bersama barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp900.000, satu lembar STNK, serta satu unit mobil Toyota Agya tahun 2016. Pelaku dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, meningkatkan keamanan lingkungan, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.