MATATELINGA,Rantauprapat : Beberapa waktu terakhir ini, gas Elpiji (atau LPG, kependekan dari Liquefied Petroleum Gas), dalam tabung berisi 3 (tiga) kilogram, yang juga disebut masyarakat sebagai gas melon, langka di pasar.
Kebutuhan pokok "omak-omak" didapur, untuk memasak nasi maupun sayur mayur ini, sulit didapat. Harganya pun ikut melambung, mencapai lebih dari 200 persen, atau lebih dari dua kali lipat patokan harga eceran tertinggi (het) jual, yang ditetapkan pemerintah.
Langka dan melambungnya harga gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp 35 ribu pertabung, mendapat perhatian dari anggota DPRD Labuhanbatu, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tomy.