Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Gas Elpiji "Melon" 3 Kg Langka, Tomy - Anggota DPRD Labuhanbatu : Miris

Yasmir - Kamis, 04 Juni 2026 20:30 WIB
Gas Elpiji "Melon" 3 Kg Langka, Tomy - Anggota DPRD Labuhanbatu : Miris
Anggota DPRD Labuhanbatu, Tomy (kiri), dan kanan tabung gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong.

MATATELINGA,Rantauprapat : Beberapa waktu terakhir ini, gas Elpiji (atau LPG, kependekan dari Liquefied Petroleum Gas), dalam tabung berisi 3 (tiga) kilogram, yang juga disebut masyarakat sebagai gas melon, langka di pasar.
Kebutuhan pokok "omak-omak" didapur, untuk memasak nasi maupun sayur mayur ini, sulit didapat. Harganya pun ikut melambung, mencapai lebih dari 200 persen, atau lebih dari dua kali lipat patokan harga eceran tertinggi (het) jual, yang ditetapkan pemerintah.
Langka dan melambungnya harga gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp 35 ribu pertabung, mendapat perhatian dari anggota DPRD Labuhanbatu, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tomy.

"Miris, bila gas elpiji 3 kilogram langka dan harganya pun melonjak", ucap Ketua Komisi C (diantaranya membidangi perekonomian rakyat) ini, menjawab pertanyaan media online https://matatelinga.com, melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (4/6/2026) siang.
Katanya, yang pasti miris dan sangat meresahkan ya. Karna ini berhubungan dengan kebutuhan pokok ibu-ibu didapur, serta sejengkal perut.
Berkaitan dengan ini, ia mengimbau pangkalan gas, agar menjual kepada masyarakat, sesuai dengan data penduduk yang membutuhkan.
"Jual gas elpiji 3 kilogram di pangkalan, sesuai dengan data penduduk yang membutuhkan. Jual gas, perioritaskan kepada warga lingkungan, di wilayah lokasi pangkalan tersebut berada", ujarnya.
Menurut Toy, jangan sampai penjualan gas berpindah ke warga daerah lain, lokasi dari pangkalan tersebut berada.
Sementara, informasi yang belum dikonfirmasi dari institusi terkait menyebutkan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, diduga ada permainan dari pihak tidak bertanggung jawab, mengoplos, menjadi 12 kilogram. Kemudian dijual ke sejumlah dapur MBG didaerah ini.
Mengingat, harga gas 12 kilogram, yang seharus dipergunakan di dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis), tidak sebanding dengan gas elpiji 3 kilogram.
Masyarakat mengharapkan kepada aparat penegak hukum didaerah ini, segera turun tangan menyelidiki berbagai kemungkinan, penyebab terjadinya kelangkaan gas dan melonjaknya harga hingga Rp 35 ribu / tabung. (Yasmir)

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Paul Mei Anton Dukung BRT di Medan
Tim Satgas SIRI Amankan DPO Tindak Pidana Penggelapan Asal Kejaksaan Negeri Surabaya
Ahmad Afandi Dukung Medan Miliki BRT
Operasi Antik Toba 2026 : Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka
Didesak Tuntas Kasus Smartboard Langkat-Tebing Tinggi Terus Bergulir
Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian terhadap Lansia di Secanggang, Humanisme Polri Hadir di Tengah Masyarakat
 
Komentar
 
Berita Terbaru