"Miris, bila gas elpiji 3 kilogram
langka dan harganya pun melonjak", ucap Ketua Komisi C (diantaranya membidangi perekonomian rakyat) ini, menjawab pertanyaan media online
https://matatelinga.com, melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (4/6/2026) siang.
Katanya, yang pasti miris dan sangat meresahkan ya. Karna ini berhubungan dengan kebutuhan pokok ibu-ibu didapur, serta sejengkal perut.
Berkaitan dengan ini, ia mengimbau pangkalan gas, agar menjual kepada masyarakat, sesuai dengan data penduduk yang membutuhkan.
"Jual gas elpiji 3 kilogram di pangkalan, sesuai dengan data penduduk yang membutuhkan. Jual gas, perioritaskan kepada warga lingkungan, di wilayah lokasi pangkalan tersebut berada", ujarnya.
Menurut Toy, jangan sampai penjualan gas berpindah ke warga daerah lain, lokasi dari pangkalan tersebut berada.
Sementara, informasi yang belum dikonfirmasi dari institusi terkait menyebutkan, ke
langkaan gas elpiji 3 kilogram, diduga ada permainan dari pihak tidak bertanggung jawab, mengoplos, menjadi 12 kilogram. Kemudian dijual ke sejumlah dapur MBG didaerah ini.
Mengingat, harga gas 12 kilogram, yang seharus dipergunakan di dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis), tidak sebanding dengan gas elpiji 3 kilogram.
Masyarakat mengharapkan kepada aparat penegak hukum didaerah ini, segera turun tangan menyelidiki berbagai kemungkinan, penyebab terjadinya ke
langkaan gas dan melonjaknya harga hingga Rp 35 ribu / tabung. (Yasmir)
Baca Juga: