Hidup Tenang dan Ceria, Hindari Perundungan dan Kata-Kata Kasar
Hidup Tenang dan Ceria, Hindari Perundungan dan KataKata Kasar
Opini
MATATELINGA -Senin pagi di bulan Januari 2026, suasana sekolah yang harusnya ceria mendadak berubah. Baru pukul 07.15 WIB, tetapi di salah satu sudut kelas, sudah terdengar petikan kata-kata kasar yang tidak pantas diucapkan oleh anak seusia kami.
Oleh: Annayoselre Tarigan(Kelas 5 SD, tinggal di Medan)
Baca Juga:
Kata-kata dewasa yang sering viral di media sosial, kini dengan mudahnya dilontarkan sebagai ejekan antar-teman.
Saat kata-kata tidak pantas itu keluar, hal yang paling menyedihkan adalah reaksi pelakunya. Ketika ditanya mengapa berbicara seperti itu, mereka tidak meminta maaf, melainkan hanya tertawa. Mereka menganggap cacian dan makian itu hanyalah sebuah lelucon atau candaan biasa.
Bagi anak-anak yang menjadi sasaran, situasi ini tentu sangat berat. Seringkali mereka takut membalas karena khawatir masalah akan membesar, atau takut pelaku yang cerdik justru memutarbalikkan fakta di depan guru.
Menahan diri di tengah situasi seperti itu tentu membutuhkan keberanian yang besar. Namun, menyimpan kesedihan sendirian di dalam hati bukanlah hal yang sehat. Memendam masalah hanya akan membuat dada kita terasa sesak dan merenggut keceriaan hari-hari kita di sekolah.
Baca Juga:
Diam bukan berarti kalah, tetapi diam juga bukan berarti kita harus mengurung diri. Senjata terbaik yang kita miliki sebagai anak-anak adalah suara kita sendiri melalui obrolan yang jujur. Alih-alih menyimpannya hingga menjadi beban, pulang sekolah adalah momen terbaik untuk menumpahkan segalanya kepada orang tua.
Berdialog dan bercerita secara terbuka kepada ayah dan ibu di rumah akan membuat perasaan kita menjadi jauh lebih ringan. Orang tua adalah tempat bersandar yang paling aman, pelukan mereka adalah obat penawar luka yang paling ampuh, dan nasihat mereka adalah petunjuk terbaik saat kita bingung melangkah.
Dari dialog yang hangat di rumah, kita akan belajar bagaimana cara menjaga kebahagiaan diri kita sendiri. Kita akan mengerti bahwa kebahagiaan sejati dimulai dari hubungan yang erat dengan orang tua, di mana setiap cerita kita didengarkan tanpa penghakiman.
Ketika hati kita sudah tenang dan bahagia bersama keluarga, kita akan memiliki energi positif untuk kembali ke sekolah. Kita bisa memilih teman-teman yang menghargai kita, bermain dengan penuh tawa tanpa ada rasa takut diintimidasi, dan mengabaikan kata-kata negatif yang tidak ada gunanya.
Jika melihat atau mengalami perundungan, solusi terbaik adalah segera melapor kepada orang dewasa yang kita percayai, seperti Guru BP (Bimbingan Konseling) di sekolah, serta orang tua atau kakak di rumah.
Baca Juga:
Mari kita hentikan perundungan di sekolah kita. Setiap kata kasar yang kita ucapkan, sekecil apa pun itu, bisa menancap kuat dan melukai hati orang lain tanpa kita sadari. Yuk, kita buat sekolah kita di Medan menjadi tempat yang aman, penuh kalimat yang baik, agar kita semua bisa tumbuh bahagia bersama orang tua dan sahabat tercinta!
Baca Juga:
Hidup Tenang dan Ceria, Hindari Perundungan dan KataKata Kasar
Opini
MATATELINGA,Pematangsiantar Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Administrasi Umum Setdako menghadiri pemusnahkan barang bukti
Lifestyle
MATATELINGA, Palas Disaat harga pupuk melambung tinggi, disusul harga Tandan Buah Sawit (TBS) terjun bebas. Kejadian ini usai pernyataan te
Berita Sumut
MATATELINGA, Tj.Morawa Seorang pria berinisial C alias Geleng (36) warga Gang Karsono, Dusun VIII, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Mora
Berita Sumut
MATATELINGA, JakartaTim Penyidik Kejagung menetapkan dan melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pi
Nasional
MATATELINGA, Teheran Pertemuan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kali ini, untuk me
Internasional
MATATELINGA, JakartaMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ketenagakerjaan d
Nasional
MATATELINGA, SimalungunSemangat kebersamaan antara aparat kepolisian dan warga masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polres Simalungun, Po
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Saat sebagian besar warga Kota Medan terlelap, personel Siaga 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara ju
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menginginkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) menjadi agenda tahunan be
Berita Sumut
MATATELINGA,Medan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperluas kerja sama bilateral dengan Jepang dalam peningkat
Lifestyle