MATATELINGA, Rantauprapat:Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, RH Togatorop SPd mengakui, terdapat beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN), menerima murid baru dengan jumlah kurang dari satu rombongan belajar (rombel), pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026/2027.
Pengakuan ini disampaikan Togatorop, menjawab pertanyaan media online https://matatelinga.com, di kantornya Selasa (21/7/2026), di kantornya Jalan H Asrol Adam, Kelurahan Bakaran Kartini, Kecamatan Rantau Utara.
Disebutkannya, ada beberapa faktor penyebab fenomena kurangnya jumlah murid baru, yang mendaftar di SDN. Diantaranya, banyak orang tua murid mendaftarkan putera/puterinya ke sekolah agama, baik itu Islam maupun Kristen / Katholik.
Fenomena lain katanya, sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan murid baru, umumnya, sekolah yang berada satu komplek / berdekatan, dengan sekolah sejenis.
Baca Juga:
Selain itu sebutnya, kemungkinan karena program keluarga berencana kian memasyarakat. Sehingga banyak keluarga, yang membatasi kelahiran anaknya hanya 2 (dua) orang, bahkan ada yang cuma 1 (satu) orang.
Mengatasi fenomena serupa dimasa mendatang, menurut Togatorop Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, telah mengeluarkan edaran terkait langkah-langkah yang akan dilakukan masing-masing sekolah negeri didaerah ini.
Menurut catatan mediaonline ini, salah satu sekolah, jyang jumlah murid barunya pada tahun ini, tidak mencapai satu rombel, yaitu SD Negeri 13, di Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara. Jumlah murid barunya, hanya ada 6 (enam) siswa.
Lokasi SD Negeri ini bersebelahan dengan SD Negeri 14 dan berjarak sekitar 200 (dua ratus) meter dengan dua sekolah negeri lainnya.
Baca Juga:
Mencermati fenomena kondisi penerimaan siswa baru, yang jumlahnya jauh dibawah kuota, barangkali sudah saatnya menjadi perhatian serius dari pemangku kepentingan didaerah, karena kemungkinan nantinya akan berdampak langsung pada satuan pendidikan, dan anak didik.