Rabu, 24 Juni 2026 WIB

Banjir Bandang Dan Longsor DI Aceh, Sumatera Utara Dan Sumatera Barat

Admin - Rabu, 03 Desember 2025 11:24 WIB
Banjir Bandang Dan Longsor DI Aceh, Sumatera Utara  Dan Sumatera Barat
Matatelinga/Istimewa
Drs. H Maradaman Harahap, SH,MH

Terjadinya bencana di daerah Tapanuli Selatan khusunya di Batang Toru ada beberapa perusahaan yang beroperasi di dalam atau di sekitar kawasan hutan Batang Toru, Sumatera Utara, antara lain bergerak di sektor pertambangan, energi, dan perkebunan yang patut diduga merupakan pemicu terjadinya banjir bandang dan longsor di daerah ini.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq sebagaimana dikutif dari SindoNews.com. "mengungkap ada delapan perusahaan yang beraktivitas di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Kedelapan koorporasi itu memiliki kegiatan mulai dari tanaman industri, tambang emas hingga lahan sawit.

"Saya mencatat ada 8 entitas di sana mulai dari perusahaan tanaman industri, kemudian perusahaan tambang emas, kemudian perkembangan sawit," ujar Faisol saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025). Dia menambahkan, aktivitas kedelapan koorporasi berdampak parah banjir yang melanda Tapanuli Selatan".

Hal senada disebutkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara yang mengindikasikan bahwa aktivitas beberapa perusahaan tersebut, termasuk alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan pembukaan hutan, telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan memicu bencana banjir serta longsor di wilayah Tapanuli. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah memanggil Perusahaan-perusahaan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru untuk dimintai keterangan terkait hal ini.

Baca Juga:

Berbicara tentang kerusakan lingkungan ternyata lebih dari 1400 tahun yang lalu Allah Swt. telah menyampaikan peringatan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW bahwa terjadinya kerusakan di muka bumi adalah karena ulah manusia. sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an Surat Ar Rum ayat 41 yang artinya:

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Ayat ini menyatakan bahwa kerusakan tersebut adalah bagian dari hukuman dari Allah agar manusia menyadari kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar. Kerusakan yang dimaksud mencakup berbagai hal seperti kerusakan lingkungan, kemaksiatan, dan musibah.

Kerusakan alam yang terjadi di beberapa daerah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat nampaknya sulit dibantah adalah akibat ulah manusia namun dengan kerusakan tersebut semoga menjadi pengalaman berharga bagi semua pihak termasuk masyarakat dan terutama pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam agar lebih baik dan konsiten dalam menjalankan aturan dan kebijakan tidak sekedar orasi dan pernyataan saat tragedi serupa terjadi sehingga bencana serupa tidak terulang lagi.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kejati Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sejumlah Lokasi
RS Adam Malik Turunkan Tim Medis Bantu Korban Banjir Sumut dan Aceh
Kejati Sumut Salurkan Bantuan Kemanusiaan Kepada Korban Bencana dan Pegawai yang Terdampak di Mandailing Natal
Banjir dan Longsor, Pemprov Sumut, Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota Kolaborasi Selesaikan Masalah Distribusi Logistik
Kejari Madina Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana PSR Rp 1,9 M
Tim DVI Polda Sumut Berhasil Identifikasi 290 Korban di Sumatera Utara, Operasi Dilanjutkan Hingga Akhir
 
Komentar
 
Berita Terbaru