Selasa, 15 September 2026 WIB

Covid-19 Menurun, Kemenkes ingatkan Hal ini

- Kamis, 09 September 2021 07:00 WIB
Covid-19 Menurun, Kemenkes ingatkan Hal ini
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Hanya ada 2 provinsi di Indonesia yang masih berstatus di level 4, yakni Bali dan Kalimantan Utara serta sisanya di level 3 dan 2. Siti Nadia Tarmizi selaku Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, mengatakan, secara nasional Indonesia sejatinya rata-rata telah berada pada situasi asesmen Level 2 saat ini, yang mana menurun dibandingkan pada Juli 2021 lalu ada di level 4.


Kemenkes, paparnya, terus berkoordinasi dengan petugas di pintu masuk negara untuk menyusun antisipasi pada varian yang dikatakan memiliki kekebalan atau efek pada vaksinasi. Pemerintah juga berupaya mencegah carian baru melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry, dan exit testing serta persyaratan vaksinasi.

"Kami terus berkoordinasi dengan WHO untuk terus memperbaharui informasi varian MU dan varian lainnya yang berpotensi menyebar di Indonesia," tuturnya

Baca Juga:Bobby Nasution Apresiasi Penyemprotan Eco Enzym Komunitas Satu Hati

Nadia menjabarkan, Kemenkes mencatatkan tren penurunan kasus konfirmasi dan kematian Covid-19 dalam 3-4 minggu terakhir. Secara nasional terjadi penurunan kasus sebesar 42 persen dibandingkan minggu sebelumnya, begitu juga angka kematian turun 29 persen dibandingkan sebelumnya.

Adapun pemeriksaan laboratorium yang merupakan kombinasi antara pemeriksaan PCR dan RDT Antigen, terangnya, mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Saat ini Indonesia mencatatkan testing rate mencapai 3,07 orang yang dites per 1.000 penduduk perminggu, yang mana itu angka 3 kali lipat dibandingkan standar WHO.


"Positivity rate saat ini di tingkat nasional sudah kurang 10 persen dan ini harus terus kita turunkan dan kita pertahankan dengan perkuat 5M 3T. Dari 34 Provinsi seluruhnya kini sudah mencapai minimal mencapai standar testing 1 orang di tes per 1.000 penduduk perminggu, positivity rate 14 provinsi mencatatkan sudah kurang dari 5 persen dan ini akan kita pamtau dan upayakan untuk provinsi lainnya mencapai angla di bawah 5 persen," katanya.

[br]

Dia menambahkan, terkait penggunaan tempat tidur, tak ada provinsi yang melaporkan BOR diatas 80 persen. Namun, masih perlu perhatian di beberapa provinsi yang masih punya insidensi atau angka kematian di level 3 dan 4 secara nasional.

"Kami ingaktkan meski kasus Covid-19 menurun, masih banyak provinsi yang belum memperbaharui status kasusnya yang lebih dari 21 hari," ujarnya melalui siaran persnya di akun Youtube FMB9ID_IKP pada Rabu, 8 September 2021 kemarin.

Menurutnya, itu terjadi karena adanya keterlambatan input data kematian dalam sistem melalui prosedur administrasi yang berjenjang. Sehingga, dibutuhkan mulai dari level RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Dukcapil untuk menyatakan kondisi seseorang yang telah meninggal.


Belum lagi, kata dia, ada keterbatasan dari tenaga kesehatan untuk bisa langsung menginput laporan data kematian. Mengingat, tingginya beban kerja dalam menangani tingginya kasus aktif pada saat itu.

"25,9 persen dari kasus aktif yang tercatat adalah kasus yang belum diperbaharui statusnya lebih dari 21 hari. Kemenkes tentunya telah melakukan berbagai evaluasi dan ke depan diharapkan RS maupun fasiankes lainnya dapat langsung melaporkan data kematian pada Kemenkes sehingga keterlambatan pelaporan data ini dapat diminimalisir di kemudan hari," tuturnya.

[br]

Dia menerangkan, terkait kabar munculnya varian baru virus Covid-19 yang punya kemampuan penularan yang lebih tinggi atau punya kekebalan terhadap vaksin, Kemenkes dan sektor terkait selalu memantau pada kasus yang mausk ke Indonesia maupun melalui penularan lokal yang mungkin terjadi di Indonesia. Hingga kini, tak kurang dari 5.835 hasil sekuencing yang telah pihaknya laporkan, dari total itu 2.300 varian Delta yang ditemukan di 33 Provinsi Indonesia.

"Kita juga melakukan pemantauan semua varian yang muncul, baik itu varian concern, seperti Alfa Beta Gama dan Delta, maupun varian of interest, seperti varian Eta, Iota, Kapa, Lamda dan lainnya, termasuk variaun MU dan juga varian lokal yang mungkin muncul," terangnya. (Mtc/Okz)
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru