Matatelinga.com, Siklus menstruasi adalah serangkaian perubahan yang merupakan bagian
dari proses reproduksi wanita. Diatur sepenuhnya oleh hormon, biasanya
siklus ini dimulai ketika seorang wanita berusia 11 sampai 14 tahun. Rata-rata lama siklus menstruasi adalah 28 hari, dengan siklus normal
antara 23 sampai 35 hari.
Setiap wanita mengalami menstruasi atau datang bulan. Namun, sejauh mana
Anda memahami prosesnya? Jika Anda sudah lupa dengan pelajaran tentang
reproduksi di kelas biologi dulu, berikut ulasan mengenai menstruasi,
seperti dikutip Timesofindia Minggu (13/9/2015) Barikut adalah tahapan menstruasi yang perlu kita ketahui.
Menstruasi
Hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari pertama siklus. Selama
tahap ini, lapisan rahim yang telah dibangun selama siklus terakhir
menstruasi akan meluruh, sehingga menyebabkan pendarahan yang dapat
berlangsung antara 3-7 hari.
Nyeri menstruasi cenderung berlebih dalam beberapa hari pertama,
karena hormon memaksa rahim untuk meluruhkan lapisan endotel organ
tersebut.
Perkembangan folikel
Setelah menstruasi berakhir, hormon reproduksi Anda mulai mendorong
pertumbuhan folikel di ovarium Anda. Setiap folikel berisi telur,
meskipun ada banyak telur yang dihasilkan, biasanya hanya akan ada satu
yang matang dan keluar dari ovarium.
Pada saat ini, lapisan rahim mulai menebal dengan pembuluh darah yang
mengangkut nutrisi dari sari makanan, sehingga ketika sel telur dibuahi
oleh sperma, embrio akan memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan selama
kehamilan untuk tumbuh.
Ovulasi
Setelah telur matang, folikel pecah dan telur dilepaskan ke tabung
fallopi. Proses ini dikenal sebagai ovulasi. Proses ini terjadi
rata-rata pada hari ke-14 dari siklus mereka. Tanggal ovulasi dapat
bervariasi pada setiap orang.
Pasca ovulasi
Telur bergerak sepanjang tabung fallopi menuju rahim. Ini adalah
waktu paling subur, yang memungkinkan Anda untuk hamil, karena telur
bisa bertahan hingga 24 jam sementara sperma bisa hidup selama beberapa
hari di dalam rahim.
Lapisan rahim terus menebal dalam mengantisipasi embrio. Gejala
sindrom pra menstruasi (PMS) seperti kembung, nyeri di payudara, mudah
marah, dan depresi dapat muncul pada tahap ini.
Persiapan menstruasi
Jika telur belum dibuahi, hormon yang menjaga lapisan rahim mulai
menurun, dan periode berikutnya dimulai. Di sisi lain, jika telur siap
untuk dibuahi (telah matang), telur akan keluar ke tuba fallopi dan
menempel pada lapisan rahim yang menebal, di mana plasenta terbentuk
untuk memelihara embrio.
(Mtc)