Matatelinga, Menstruasi berat yang ditandai dengan pendarahan berlebih disebut menorrhagia. Dalam beberapa kasus, penyebab masalah ini tidak diketahui, namun beberapa memiliki alasan yang jelas.
Menorrhagia umum dialami banyak wanita dan mungkin ditemui selama masa subur. Seperti dilansir dari Mayoclinic dan dikutip laman okezone.com, Selasa (7/4/2015), berikut adalah penyebab umum menorrhagia.
Ketidakseimbangan hormon : Keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron mengatur pembentukan lapisan rahim (endometrium), yang akan terkikis saat menstruasi. Jika ketidakseimbangan hormon terjadi, endometrium berkembang secara berlebihan dan menghasilkan pendarahan berat.
Disfungsi dari ovarium : Jika ovarium Anda tidak melepaskan telur (ovulasi) selama siklus menstruasi (anovulasi), tubuh Anda tidak akan memproduksi hormon progesteron, seperti selama siklus menstruasi normal. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan dapat menyebabkan menorrhagia.
Obat : Obat-obatan tertentu, termasuk obat antiinflamasi atau antiradang dan antikoagulan, dapat berkontribusi menyebabkan perdarahan menstruasi berat atau menstruasi berkepanjangan.
Polip : Pertumbuhan tumor jinak pada dinding rahim (polip rahim) dapat menyebabkan perdarahan berat atau menstruasi berkepanjangan. Polip rahim yang paling umum terjadi pada wanita usia reproduksi sebagai akibat dari kadar hormon yang tinggi.
Mewarisi kelainan darah : Beberapa kelainan pembekuan darah, seperti penyakit von Willebrand, suatu kondisi di mana faktor pembekuan darah kurang atau terganggu. Masalah yang umumnya diturunkan ini dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang abnormal.
Kanker :
Meskipun terbilang jarang, kanker rahim, kanker ovarium, dan kanker serviks dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berlebihan.
(Fit)