"Tidak mudah untuk mencari anak yang memiliki bakat menghafal Al-Quran, apalagi dimasa saat ini teknologi yang semakin berkembang tentunya seperti mencari jarum dalam jerami", ujar Rico Waas
Ditambahkan Rico Waas, ini menjadi tantangan bagi kita semua baik itu Pemerintah Kota maupun LPTQ Kota Medan, untuk mencari generasi muda yang memiliki bakat dan kemampuan sebagai penghafal Al-Quran.
"Saya berharap para pemenang STQH XIX Sumut bisa menjadi inspirasi penghafal Al-Quran bagi generasi muda kota Medan. Artinya prestasi yang diraih saat ini menjadi motivasi adik-adik lainnya untuk meraih juara", harap Rico Waas.
Baca Juga:
Kedepannya, Rico Waas meminta semua pihak untuk lebih memberikan perhatian kepada para pemenang STQH, khususnya masa depan mereka. Selain beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, mereka juga berhak mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak.
"Mereka ini berhak dan perlu mendapatkan perhatian kita semua agar memperoleh beasiswa dan mendapatkan pekerjaan. Mari kita jaga dan perhatikan masa depannya", seru Rico Waas sembari berharap kedepannya akan ada pemimpin kota Medan penghafal Al-Quran.
Selanjutnya kepada para pemenang STQH XIX Sumut, Rico Waas memberikan motivasi dan semangat untuk mengikuti STQH tingkat Nasional. Mudah-mudahan kafilah Kota Medan yang mewakili Provinsi Sumut dapat meraih juara di ajang yang akan digelar Di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya Ketua Harian LPTQ Kota Medan Ustad Damri Tambunan menjelaskan sebanyak 22 orang peserta kafilah Kota Medan meraih juara STQH XIXProvinsi Sumut. Mereka mendapatkan bonus, untuk juara I (Rp 5 juta) per orang, juara II (Rp 4 juta) per orang dan juara ketiga ( Rp 3 juta) per orang.