Matatelinga.com, Pasukan Demokrasi Suriah (SDF), yang didominasi kaum Kurdi, akan bergerak ke Raqqa untuk merebut basis kekuasaan ISIS. Kemudian, mereka juga akan membebaskan warganya dari belenggu kelompok teroris itu.
Seperti dilansir Daily Star Lebanon dan dikutip dari laman okezone.com, Jumat (1/4/2016), milisi Kurdi berharap 50 ribu warga Arab di kawasan tersebut mau bahu-membahu memuluskan operasi pembebasan kota di timur laut Suriah itu dari ISIS.
Tidak tanggung-tanggung, milisi Kurdi juga siap berkoordinasi dengan Partai Demokrasi Kurdi (PYD) di sepanjang perbatasan Suriah untuk menahan laju ISIS yang menyamar sebagai pengungsi agar bisa masuk ke Turki.
Sebab diperkirakan kekalahan di Kota Kuno Palmyra memicu organisasi ekstremis itu mencoba peruntungannya di tempat lain, yakni melebarkan sayap ke Ankara.
Selain ditahan pasukan Kurdi, langkah ISIS akan dipersulit dengan diperketatnya penjagaan di sepanjang perbatasan Azaz hingga Jarablus yang menjadi gerbang masuk utama dari Suriah ke Turki.
“Saat ini kami sedang berusaha mengambil alih sekira 70 kilometer jalur di sekitarnya yang menjadi satu-satunya rute keluar para teroris. Apa pun yang terjadi, akses jalan antara Turki ke Raqqa harus diblokade,” ungkap pemimpin PYD, Saleh Muslim.
Meski Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sendiri sudah menutup gerbangnya di perbatasan dengan Suriah untuk menghalau masuknya ISIS. Sayangnya, Kurdi dan Turki tidak dapat bekerja sama karena Ankara juga memerintahkan untuk melenyapkan para militan Kurdi di perbatasan.
(Fit)