Matatelinga.com, Kandidat Presiden paling kontroversial dalam bursa pemilihan presiden Amerika Serikat 2016, Donald J Trump mendapat surat undangan pelesiran dan ziarah ke lokasi-lokasi spiritual bersejarah di Irak.
Undangan itu datang dari Sami Rasouli, warga Irak yang mengaku lama tinggal di Negeri Paman Sam. Namun, ia kembali ke negara asalnya pada 2003 ketika mendengar AS menggempur Irak.
Dalam surat undangan terbuka yang ditulisnya secara pribadi ke Trump, ia memastikan seluruh keluarga besarnya akan sangat senang menerima kehadiran dia di rumahnya.
“Saya tidak kaya, Tuan Trump. Kami tinggal di rumah sewaan di Najaf, kota suci Syiah tempat saya dilahirkan. Kediaman kami sangat kecil, tapi nyaman dan penuh cinta. Anda harus tinggal bersama kami dan kami akan berbagi apa yang kami punya. Selain itu, keluarga lain di Irak sini juga mengatakan kepada saya bahwa mereka akan sangat terbuka menerima dan memperlakukan Anda sebagai keluarga,” tulisnya, dikutip dari Trans Conflict dan dilansir dari laman okezone.com, Rabu (16/3/2016).
Mereka juga berjanji akan mengajak sang bakal capres negeri adidaya berkeliling ke situs-situs terkenal di Alkitab, seperti tempat kelahiran Abraham di Ur Kasdim, kuburan Nabi Yunus di Mosul dan Kuburan Daniel di Babilonia dan bait Allah yang didirikan oleh Santo Matius.
Sebagai aktivis Muslim yang cinta damai, Rasouli juga berharap kunjungan kehormatan dari Trump dapat mengubah sudut pandangnya tentang umat Muslim.
“Anda bisa melihat kami bersaudara di sini, saling berbagi roti dan penghidupan. Anda akan belajar bagaimana orang-orang kami, termasuk para Yahudi, berbagi (Kitab) Perjanjian Lama sebagai dasar agama kami masing-masing. Kami sadar memiliki lebih banyak persamaan daripada memandang perbedaan yang ada di antara kami,” sambung dia.
Menurut Rasouli, lawatan miliarder New York itu mampu mengubah prasangka negatif terhadap umat Muslim dan membantu menghapuskan Islamophobia warga AS.
Jika Trump bersedia datang ke negaranya, ia juga akan dengan senang hati membalas kunjungannya dengan bertandang ke Kota Trump di New York atau bertemu di Las Vegas.
“Saya tahu, Anda sibuk berkampanye, jadi Anda boleh datang kapan saja Anda sempat. Saya menjamin Anda akan jatuh hati pada budaya Arab-Islam di sini,” tegas dia.
(Fit)