Rabu, 08 Juli 2026 WIB
ISIS

Pasokan Minyak ISIS Sulit Di Hentikan

Admin - Kamis, 03 Desember 2015 10:36 WIB
Pasokan Minyak ISIS Sulit Di Hentikan
google

Matatelinga.com, Minyak mungkin bukan sumber pendapatan terbesar bagi para ekstremis ISIS, namun merupakan yang paling menggoda.

Bagi para makelar, masyarakat sipil, pemberontak, dan bahkan pemerintah Suriah, sulit mengatakan tidak untuk minyak murah yang dikirim ke pintu rumah, bahkan jika diproduksi oleh militan brutal yang sedang mereka perangi.

Perdagangan minyak membuat ISIS meraup antara USD100 juta dan USD500 juta per tahun. Penghasilan itu, ditambah dengan uang yang dihasilkan ISIS dari "pajak," pemerasan dan pencurian, "telah memberikan mereka kebebasan untuk bermanuver, peluang lebih banyak untuk menarik orang dan mendanai operasi-operasi mereka," ujar Howard Shatz, ekonom senior pada Rand Corporation.

"Semakin banyak uang yang mereka miliki, semakin banyak serangan yang bisa mereka danai, dan mereka dapat menjalankan sesuatu yang tampak seperti sebuah negara," ujar Shatz.

Jadi mengapa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) gagal menghentikan perdagangan tersebut?

"Tidak mudah menanggulangi masalah tersebut," ujar Ben Bahney, juga dari Rand, kepada VOA. "Gambarannya sulit didapat, ada kesenjangan besar dalam cakupan."

Selain itu, ujar Bahney, setelah ISIS menjual minyak kepada makelar di sumur minyak, ratusan truk akan membawa minyak mentah ke kawan dan lawan: pasukan pemerintah Suriah pimpinan Bashar al-Assad, wilayah Kurdi, kepada pemberontak yang didukung AS, ke Turki, kilang-kilang bergerak, dan untuk operasi internal.

AS dan mitra-mitra koalisinya tidak dapat mengontrol penjualan dalam wilayah yang dikuasai ISIS dan untuk rezim Assad.

Hal itu berarti bahwa upaya bergantung pada berbagai kelompok yang bekerjasama dengan Washington di lapangan di Suriah dan Irak, dan menghentikan penjualan minyak tidak selalu menjadi prioritas tertinggi, terutama jika tidak ada sumber-sumber energi alternatif.

"Ini masalah koordinasi lokal dengan mitra-mitra lokal dan regional yang memiliki prioritas mereka sendiri. Mungkin mereka akan menganggap hal itu tidak layak dilakukan. Dan perlu upaya lebih, dan mungkin mereka akan kalah. Mungkin mereka tidak tertarik,” kata Bahney.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menuduh bahwa Ankara menembak jatuh salah satu jet tempur Rusia "untuk melindungi jalur pasokan minyak" ke Turki, sebuah tuduhan yang disangkal keras oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Demikian dilansir laman okezone.com


(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru