Matatelinga.com, Bom
mobil meledak saat perayaan Idul Fitri, dan menewaskan sekira 120
orang. Bom mobil yang diduga aksi bom bunuh diri menggemparkan sebuah pasar
yang sedang sibuk-sbuknya di Khan Bani Saad, Provinsi Diyala, Irak.
Sesaat setelah peristiwa itu terjadi, kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas meledaknya bom mobil tersebut.
Gubernur Diyala, Muthana Al Tamimi, menggambarkan insiden tersebut
sebagai serangan yang menghancurkan. Dia menceritakan situasi
mengerikan, di mana beberapa orang menggunakan kotak sayur untuk
mengangkut anak-anak korban bom dahsyat itu.
Laporan awal semula menyebut ada 80 orang yang tewas dalam serangan
bom mobil di kawasan Khan Bani Saad, Provinsi Diyala, sekitar 30
kilometer dari Ibu Kota Baghdad. Namun beberapa jam kemudian, data
jumlah korban jiwa terus bertambah.
“Setidaknya ada 50 toko atau bangunan, serta 75 mobil warga sipil yang
hancur akibat ledakan dahsyat yang bersumber dari bom mobil dekat pasar
padat itu,” ujar Al Tamimi, seperti dikutip The Sydney Morning Herald, Minggu (19/7/2015).
Kelompok militan ISIS melalui sebuah akun Twitter mengklaim
bertanggung jawab atas serangan bom itu. Menurutnya, bom tersebut
ditargetkan pada kelompok Muslim Syiah di Provinsi Diyala.
Kelompok radikal itu juga mengatakan bahwa pembom bunuh diri telah
membawa sekitar tiga ton bahan peledak sebelum diledakkan di mobil. ISIS
bahkan mengklaim korban tewas akibat serangan bom ada sekira 180 orang.
Pemerintah Provinsi Diyala mengumumkan masa berkabung tiga hari.
Gubernur Al Tamimi menambahkan, lebih dari 130 orang lainnya terluka.
Jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa bertambah.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Irak, Haider Al Abadi, bersumpah
untuk menghukum seberat-beratnya pelaku ataupun yang terlibat dalam
serangan bom itu.
“Geng teroris itu tidak akan mendapatkan tempat di negeri ini. Saya
jelas sangat mengutuk serangan bom bunuh diri ini,” tegas PM Al Abadi.
(.......)