MATATELINGA, AS: Menteri Luar Negeri
Amerika Serikat, Mike Pompeo, memastikan bahwa negaranya tidak akan
memberikan tenggat waktu untuk proses perlucutan senjata nuklir Korea
Utara.
"Saya tidak akan memberikan tenggat waktu, apakah dua
bulan, enam bulan, kami berkomitmen berjalan di momen tepat guna ini
untuk melihat apakah kami dapat mencapai yang kedua pemimpin inginkan,"
ujar Pompeo.
Pompeo merujuk pada komitmen Presiden Donald Trump
dan Kim Jong-un setelah menggelar pertemuan bersejarah di Singapura pada
12 Juni lalu.
Salah satu inti hasil pertemuan itu adalah Korut dan AS sepakat untuk mewujudkan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.
Pompeo sendiri berjanji akan terus mengawal Korut dalam proses perlucutan senjata nuklir yang dianggap mengancam AS,
"Kami harap akan ada proses yang baik," ucap Pompeo.
Pernyataan
ini disampaikan tak lama setelah seorang pejabat AS mengatakan bahwa
negaranya akan memberikan tenggat waktu dan daftar permintaan khusus
kepada Korut terkait isi kesepakatan tersebut.
Sumber itu tak
menjelaskan lebih lanjut. Namun, ia memastikan bahwa daftar ini akan
membuat Korut tetap menghormati komitmen dalam perjanjian tersebut,
terutama mengenai perlucutan senjata nuklir.
Selain perjanjian
itu, pertemuan bersejarah di Singapura itu juga membawa perkembangan
terbaru, yaitu Trump mempertimbangkan menghentikan latihan militer
bersama AS dan Korea Selatan.
Selama ini, Korut menganggap
kehadiran pasukan AS di Korsel mengancam kedaulatannya sehingga mereka
terus mengembangkan program senjata nuklir.
Pompeo mengatakan
bahwa pertimbangan Trump itu dapat diwujudkan "selama ada proses
negosiasi yang baik dan mencapai hasil produktif."
"Jika kita
tidak bisa melakukan itu, jika terlihat tidak ada kapasitas untuk
mencapai hasil yang ingin diinginkan kedua pemimpin, ya, kami akan
mengkaji kembali," ucap Pompeo.
Ia lantas menjelaskan bahwa tidak mungkin mengharapkan tenggat waktu yang jelas setelah kedua negara berselisih selama 40 tahun.
"Ada
pemahaman yang dibangun sebelum pertemuan, beberapa di antaranya
dipikirkan ketika presiden sedang di Singapura, bahwa saya pikir membawa
kita ke jalur yang benar sehingga bisa menuju kerangka kerja yang
sukses," kata Pompeo.