Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB

Donald Trump Tetap Meluncurkan Kampanye Militer Terhadap Iran, Terlepas dari Pengaruh Israel

Redaksi - Kamis, 16 Juli 2026 06:15 WIB
Donald Trump Tetap Meluncurkan Kampanye Militer Terhadap Iran, Terlepas dari Pengaruh Israel
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance

MATATELINGA,Washington: Sejumlah pejabat Israel berupaya memperpanjang konflik dengan Iran tanpa batas waktu, dengan memanipulasi opini publik di AS, hal tersebut dikatakan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Rabu (15/7/2026).
"Ada segelintir orang di sistem [pemerintahan Israel] yang kami yakini tanpa sedikit pun keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang [dengan Iran] terus berlanjut tanpa batas waktu," kata Vance selama podcast dengan Joe Rogan.
Ia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan tetap meluncurkan kampanye militer terhadap Iran, terlepas dari pengaruh Israel, karena ia sangat yakin Teheran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir.
Al-Monitor, yang mengutip sumber keamanan Israel, melaporkan bahwa Israel khawatir pemerintahan Trump kehilangan tekadnya untuk melenyapkan persenjataan nuklir Iran dan mengalihkan fokusnya ke keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Militer AS beberapa kali meluncurkan serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. Pusat Komando AS (CENTCOM) mengklaim rentetan serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian merespons aksi AS tersebut, dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah.
Sebelumnya pada Ahad, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya intervensi AS di kawasan tersebut menyusul gelombang aksi saling serang kedua Negara.
Pada 13 Juli, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz dan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Dua wanita Stafsus dilrangan Israel Masuk Dalam Ruangan sidang
Apa Benar Jerman Deklarasikan Perang Lawan Amerika Serikat
Genjatan Senjata, ISIS dan Taliban Bersatu Lawan Pasukan Afghanistan
Korsel dan AS Siap Kerahkan Sistem Pertahanan Misil
Genjatan Senjata Kelompok Abu Sayyaf, 18 Tentara Fhilipina Tewas
Dua Hari Genjatan Senjata, Arab Saudi - Rusia Lakukan Pelanggaran
 
Komentar
 
Berita Terbaru