Matatelinga.com - Israel melarang dua orang perempuan staf khusus (stafsus) anggota parlemenmasuk ke dalam ruangan sidang selama beberapa hari terakhir. Keduanya dilarang masuk setelah petugas keamanan menganggap pakaian yang mereka kenakan terlalu pendek.
Padahal, dress yang mereka kenakan masih menutupi sebagian besar bagian paha. Keduanya juga mengaku sering menggunakan dress itu untuk bekerja sebelumnya. Tak pelak, kritik tajam bermunculan karena insiden tersebut dianggap pertanda meningkatnya paham konservatif di bidang sosial dan politik Israel.
Insiden terjadi setelah peraturan baru diberlakukan di Knesset –Parlemen Israel – sejak satu bulan terakhir. Barangsiapa yang berpakaian tidak pantas tidak diperkenankan masuk ke Knesset. Kategorinya meliputi tank top, celana jins pendek, celana jins robek, kaus dengan slogan politik, rok pendek, dress pendek, dan sandal jepit.
Seperti dimuat The Guardian, Rabu (14/12/2016), staf khusus bagi Merav Michaeli, Shaked Hasson, menjadi korban pertama aturan tersebut. Ia tidak diizinkan masuk ke dalam Knesset pada Minggu 11 Desember 2016. Shaked ditahan selama satu jam di pintu masuk Knesset.
Lima petugas satuan pengamanan berjenis kelamin laki-laki memeriksanya sebelum memutuskan bahwa dress yang dikenakannya terlalu pendek. Shaked mengaku masalah tersebut baru selesai setelah Merav Michaeli turun tangan. Michaeli pun mengkritik tindakan tersebut lewat Facebook. Ia menuduh para satuan pengamanan itu telah mempermalukan asistennya.
Kasus kedua menimpa Moira Silfen yang harus menunggu selama 40 menit di pintu masuk. Dua orang satuan pengamanan memeriksa tubuhnya sebelum memutuskan dress yang dikenakan terlalu pendek. Silfen kemudian kembali ke rumah untuk mengganti pakaian sebelum diizinkan masuk. Ia juga mendapat panggilan telefon dari kepala keamanan Knesset dan diminta untuk tidak menimbulkan gangguan psikologis kepada satuan pengamanan.
Padahal, di bawah peraturan parlemen, pengunjung dan staf perempuan hanya boleh diperiksa atau digeledah oleh satuan pengamanan perempuan. Manajemen Knesset menolak tuduhan bahwa peraturan tersebut hanya dimaksudkan untuk menindak tegas dress pendek. Peraturan baru tersebut diterbitkan hanya untuk menegaskan peraturan yang sudah berlaku sebelumnya dan tidak mengubah kebijakan yang tertera sebelumnya.