Selasa, 08 September 2026 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Koperasi jadi Pilar Penting dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan

James Pardede - Kamis, 23 Juli 2026 22:22 WIB
Dukung UMKM Naik Kelas, Koperasi jadi Pilar Penting dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Matatelinga/James
Siti Absah Nainggolan yang akrab disapa Itty memiliki impian punya galeri sendiri

MATATELINGA -Siti Absah Nainggolan (40) tetap tersenyum melayani pengunjung yang datang ke stand Dekranasda Sumut pada pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang ke-50, Senin (20/7/2026). Siti Absah Nainggolan yang akrab disapa Itty menjelaskan beberapa produk milik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Dekranasda Sumut yang dipamerkan di PRSU, termasuk produk snack milik Itty sendiri.

Dalam perbincangan khusus dengan Itty, ia memulai usahanya dari keinginan membuat camilan sehat dan berkualitas. Sebelumnya ia bekerja di Unilever dan setelah menikah ia resign dan bingung mau kerja apa. Itty kemudian memberanikan diri memulai usaha pembuatan snack atau kue jadul seperti keripik bawang.

Dimulai dari satu kilo, Itty membuat keripik bawang dan menjualnya lewat WA Group, medsos dan lingkungannya. Respon positif ia peroleh dari teman-teman sekerjanya dulu di Unilever. Pesanan pun bertambah menjadi 7 kilo, dan meningkat terus karena banyak yang memesan secara khusus dan berulang (repeat order).

Seiring waktu berjalan, Itty mulai berpikir untuk lebih serius. Ia pun mengurus NIB secara online, mendatangi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara untuk mendapatkan arahan dan bimbingan terkait langkah apa yang selanjutnya dilakukan. Itty mengakui dengan berkonsultasi ke Dinas Koperasi, UKM Sumut, ia mendapat banyak masukan dan mulai belajar dari produk-produk yang sudah ada dan bisa menembus pasar global.

Baca Juga:
"Dinas Koperasi dan UKM Sumut menyarankan saya untuk mengurus label halal (sertifikat halal) untuk produk saya ke Dinas Koperasi Deli Serdang, karena lokasi usaha saya berada di Kabupaten Deli Serdang," paparnya.

Untuk kemasan, Itty belajar sendiri setelah melihat beberapa contoh kemasan di internet. Dengan pola amati, tiru dan modifikasi, Itty membuat kemasan produknya dan mencetaknya di Bandung.

Sekarang, ia telah menambah produknya seperti kue akar kelapa, peyek kacang tanah, peyek kacang hijau dan kacang intip. Semua produknya sudah berlabel halal dan mereknya sudah dipatenkan dengan nama Itiyyy Snack lengkap dengan foto kartun dirinya. Penjualannya mengandalkan promosi lewat media sosial, WA Group, keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

"Karena keinginan saya sudah bulat untuk memperjuangkan usaha snack ini, saya kembali mendatangi Dinas Koperasi, UKM Sumut dan mencarikan saya pendamping, Itiyyy Snack akhirnya bisa menjadi UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut. Peluang untuk melebarkan sayap terbuka lebar. Produk Itiyyy Snack sudah ikut dipamerkan di Jakarta, Kendari dan Makassar, termasuk di arena PRSU ke-50 ini. Saya merasakan sendiri peran Dinas Koperasi, UKM Sumut mendukung UMKM tidak hanya sekadar naik kelas, tapi bisa lebih berdaya, berdampak dan menembus pasar global," paparnya.

Baca Juga:
Dengan tersenyum, Itty menyampaikan bahwa omzetnya saat ini per bulan bisa mencapai Rp15 juta dan membuka beberapa reseller. Itiyyy Snack juga sudah ada di Amanda, Menara dan PT.KAI. Selain aktif promosi di media sosial, Itiyyy Snack juga sudah masuk pasar nasional lewat platform e-commerce.

"Impian saya, bisa punya galeri sendiri dan Itiyyy Snack bisa semakin dikenal luas serta diminati masyarakat. Alhamdulilah, setelah dua kali gagal seleksi, kemarin saya bisa lolos menjadi salah satu UMKM Binaan Bank Indonesia dan ikut dalam pameran UMKM BI. Yang pasti, sampai hari ini saya tidak pernah lupa dengan dukungan Dinas Koperasi, UKM Sumut dalam menunjukkan jalan bagi saya bisa makin dikenal," tegasnya.

Pilar Penting

Berbicara tentang perkembangan koperasi dan pemberdayaan UMKM di Sumatera Utara, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumut Yuliani Siregar, Kamis (23/7/2026) menyampaikan Perkembangan Koperasi di Sumatera Utara, saat ini tercatat 17.994 unit, yang terdiri dari 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan 11.894 Koperasi Konvensional. Dari jumlah tersebut, koperasi aktif mencapai 68 persen

Baca Juga:

Kadis Koperasi, UKM Sumut, Yuliani Siregar


Baca Juga:
"Adapun indikator ekonomi koperasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik, dimana volume usaha koperasi mencapai Rp7,47 Triliun, total sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp377,4 Miliar. Jumlah anggota koperasi mencapai 1.531.520 orang," kata Yuliani didampingi Sekretaris dan para Kabid.

Angka-angka tersebut, menurut Yuliani menunjukkan bahwa koperasi masih menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

"Untuk kegiatan strategis bidang koperasi sepanjang 2026, antara lain pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Koperasi Jasa Keuangan bagi 25 pengurus koperasi. Validasi dan verifikasi izin usaha simpan pinjam terhadap 13 koperasi pada tahun 2026, sehinga secara kumulatif mencapai 42 koperasi atau sekitar 63 persen dari target. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap 10 koperasi atau sekitar 32 persen dari target, fasilitasi pelatihan kepada 60 koperasi guna meningkatkan tata kelola dan kapasitas kelembagaanm," tandasnya.

Program KDKMP, lanjut Yuliani Siregar merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan kelurahan. Saat ini, perkembangan gerai menunjukkan progres yang positif, yaitu 3.594 gerai sedang dalam proses pembangunan di 33 Kabupaten/Kota, 629 gerai telah selesai 100 persen yang tersebar di 31 Kabupaten/Kota.

Baca Juga:
"Selain pembangunan fisik, beberapa koperasi telah mulai menjalankan aktivitas usaha. Saat ini terdapat 13 KDKMP yang telah melakukan transaksi usaha. Seperti di Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Kota Medan dan Dairi. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp347.540.100," tuturnya.

Hal ini, kata Yuliani menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya dibangun secara fisik, tapi juga mulai bergerak sebagai lembaga ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Terkait tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan KDKMP, katanya antara lain permasalahan status dan kepemilikan lahan, kapasitas SDM pengurus koperasi, keterbatasan permodalan, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal.

"Ada juga kendala tata ruang dan perizinan, pemilihan jenis usaha yang belum sepenuhnya sesuai dengan potensi unggulan desa ke depan, tantangan ini akan menjadi fokus pembinaan bersama pemerintah kabupaten/kota dan para pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.

Baca Juga:
Ekosistem Layanan

Selain koperasi, kata Yuliani Dinas Koperasi, UKM Sumut juga peduli terhadap pengembangan UMKM. Berdasarkan data 2025, jumlah UMKM di Sumut mencapai 1,4 juta unit usaha. Sementara rasio kewirausahaan telah mencapai 4,1 persen dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

"Program prioritas kita saat ini adalah proyek strategis daerah 'Sumut Digital Market' yang bertujuan meningkatkan daya saing dan akses pasar global bagi produk UMKM Sumut. Kurasi terhadap UMKM yang berafiliasi ekspor akan mendapat kesempatan untuk dipasarkan di marketplace global, dan tahun ini fokus kita adalah Alibaba.com yang diharapkan membuka akses pasar internasional bagi UMKM Sumut. Program ini menargetkan 100 UMKM potensial ekspor akan mendapatkan pendampingan intensif," tandasnya.

Kemudian, lanjut Yuliani dalam waktu dekat akan diadakan Sumut Halal Fest (11–12 Agustus 2026) bekerjasama dengan Bank Indonesia.

Baca Juga:
"Rangkaian kegiatannya meliputi pemberian fasilitas 1.000 sertifikat halal gratis, workshop 1.000 UMKM Go Halal, expo produk halal, Business Matching pembiayaan, dan halal centre. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi UMKM menuju produk yang lebih kompetitif, berkualitas, dan memiliki jaminan halal," tegasnya.

Lebih lanjut Yuliani menyampaikan, Dinas Koperasi dan UKM Sumut juga sedang menggagas pembangunan sebuah gedung yang berfungsi sebagai Mall UMKM dan terintegrasi dengan berbagai layanan, seperti layanan perizinan, legalitas usaha, sertifikasi produk, pembiayaan, pusat konsultasi dan pendampingan usaha, serta pusat promosi produk lokal.

"Ke depan, Mall UMKM diharapkan menjadi ekosistem layanan yang mendukung kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan UMKM di Sumut. Kalau bisa cepat kenapa harus diperlambat, semua urusan yang terkait pengembangan UMKM akan dilakukan secara terpadu," katanya.

Pemprov Sumut juga akan melaksanakan program 'Fast Track Youngpreneur (FYP) Level Up' yang difokuskan untuk mencetak sekaligus memperkuat wirausaha muda (Gen-Z) berorientasi ekspor. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan pelaku usaha muda yang mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:
"FYP Level Up akan terintegrasi dengan kegiatan inkubasi bisnis serta program strategis daerah Sumut Digital Market. Target peserta sebanyak 80 UMKM dan saat ini masih dalam tahap kurasi peserta," jelas Yuliani.

Semangat Kekeluargaan

Pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari koperasi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional kepada semangat ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi.

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, (22/7/2026) bertema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" semakin mempertegas bahwa pemerintah tengah berupaya mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai cita-cita para pendiri bangsa, yakni ekonomi yang berpihak kepada rakyat dan berlandaskan semangat kekeluargaan.

Baca Juga:
"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah pembangunan ekonomi yang dirancang oleh pendahulu kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan. Di mana semua unsur harus berperan dan diberi kesempatan," ujar Presiden.

Menurutnya, berbagai pengalaman pembangunan justru menjadi pelajaran penting untuk membangun sistem ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkeadilan.

Presiden meyakini koperasi akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Ia optimistis gerakan koperasi mampu menghadirkan kemandirian ekonomi yang berakar pada kekuatan masyarakat.

Tak berlebihan rasanya kalau koperasi yang berlandaskan semangat kekeluargaan memiliki peran penting dalam mendorong dan mendukung UMKM semakin berdaya, naik kelas dan bisa memasuki pasar global.

Baca Juga:

Editor
: James Pardede
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pengunjung PRSU 2026 Bisa "Berselancar" Malihat Aplikasi Mobile PLN
Dari Arena PRSU ke-50, Paviliun Kota Sibolga Pamerkan UMKM Andalannya Olahan Hasil Laut
Stan DLHK Sumut Ajak Pengunjung Ubah Sampah Jadi Rupiah
PRSU Jajaki Kolaborasi dengan PERIKLINDO untuk Perkuat Promosi Industri Kendaraan Listrik di Sumatera Utara
Ribuan Pengunjung Padati Konser King Nassar, Bukti Pekan Raya Sumatera Utara jadi Ruang Publik Modern
Ke Depan PRSU Tidak Hanya Pusat Seni dan Budaya, Tapi Bisa Juga jadi Pusat Perdagangan Lokal, Nasional dan Internasional
 
Komentar
 
Berita Terbaru