Selasa, 06 Oktober 2026 WIB

PTP Nonpetikemas Tancap Gas, Kinerja Semester I 2025 Tumbuh 6%

Budi Hermansyah - Jumat, 15 Agustus 2025 16:35 WIB
PTP Nonpetikemas Tancap Gas, Kinerja Semester I 2025 Tumbuh 6%
Dok: PTP Non Petikemas
Petugas pelabuhan melakukan proses bongkar muat curah cair di salah satu kapal tanker di Pelabuhan Teluk Bayur.

MATATELINGA, Jakarta - (PTP Nonpetikemas) membukukan pertumbuhan kinerja positif pada paruh pertama 2025. Hingga akhir Juni, perusahaan mencatat throughput sebesar 22,4 juta ton/m³, meningkat 6,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 21,12 juta ton/m³.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari penguatan layanan terintegrasi, pemanfaatan teknologi terkini, serta modernisasi terminal yang dijalankan sejak awal tahun.

Tahun ini, perusahaan membidik target throughput 53,5 juta ton/m³ dengan strategi meliputi kolaborasi langsung bersama pemilik kargo dan pelaku logistik, penyediaan layanan Port Management Service berbasis Planning & Control melalui sistem Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M), serta peningkatan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment).

Kontribusi arus barang pada semester pertama tahun ini didominasi muatan curah kering sebesar 45 persen, disusul general cargo 27 persen, curah cair 22 persen, dan bag cargo enam persen.

Baca Juga:
Sejumlah cabang mencatat pertumbuhan signifikan, antara lain Tanjung Priok untuk general cargo yang naik hampir 30 persen menjadi 4,63 juta ton/m³, Teluk Bayur untuk bag cargo yang melonjak 59 persen menjadi 398 ribu ton/m³, serta Jambi untuk curah cair yang tumbuh 69 persen menjadi 532 ribu ton/m³.

Lonjakan paling besar terjadi di Pontianak untuk curah kering, yang naik 691 persen menjadi 965 ribu ton/m³.

Peningkatan kinerja di berbagai jenis muatan dipicu oleh aktivitas bongkar muat yang lebih padat di sejumlah pelabuhan. General cargo terdongkrak oleh kenaikan volume steel product di Tanjung Priok. Curah cair mendapat dorongan dari pengapalan kondensat milik PT Laban Raya Samodra di Jambi, serta naiknya pengiriman minyak goreng milik PT Ligita Jaya di Teluk Bayur.

Sementara curah kering di Cirebon tumbuh berkat bongkar muat batubara milik PT Indragarda Paling Gesit, PT Abra Cirebon Sakti, dan PT Eka Nusa Dwi Sapta, termasuk peningkatan volume pasir kuarsa. Untuk bag cargo, kelancaran distribusi semen di Teluk Bayur dan meningkatnya trafik pupuk kemasan produksi PT Pupuk Iskandar Muda menjadi pendorong utama.

Pada 2024, PTP Nonpetikemas berkontribusi 39 persen terhadap total throughput SPMT Group dengan capaian 47,04 juta ton/m³. Secara nasional, Cabang Tanjung Priok menempati posisi teratas untuk general cargo, sedangkan Teluk Bayur berada di peringkat ketiga untuk curah cair.

Di segmen curah kering, Tanjung Priok kembali mencatatkan kinerja terbaik di lingkungan PTP Nonpetikemas, disusul Panjang dan Bengkulu.

"Target 2025 kami mencerminkan komitmen terhadap pertumbuhan dan keunggulan. Kami yakin target ini dapat dicapai melalui modernisasi terminal, ekspansi bisnis, serta penguatan kolaborasi dengan para pengusaha bongkar muat dan mitra strategis lainnya," ujar Indra.

Halaman:
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Dua Desa Dikecamatan Pulau Rakyat Mendapat Asupan Dana Pembangunan, Namun Hasilnya Nihil
Wali Kota Wesly dan Ny Liswati Mancing Bersama Masyarakat Meriahkan HUT ke-80 RI
Sambut HUT Proklamasi Pemkab Asahan Gelar Ramah Tamah Bersama Pejuang dan Veteran
Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke 80,Bupati Kukuhkan Paskibraka
Pemilik THM NBS Akan lakukan Upaya Hukum
Pelindo Regional 1 Sambut Semarak HUT RI KE-80
 
Komentar
 
Berita Terbaru