Sementara curah kering di Cirebon tumbuh berkat bongkar muat batubara milik PT Indragarda Paling Gesit, PT Abra Cirebon Sakti, dan PT Eka Nusa Dwi Sapta, termasuk peningkatan volume pasir kuarsa. Untuk bag cargo, kelancaran distribusi semen di Teluk Bayur dan meningkatnya trafik pupuk kemasan produksi PT Pupuk Iskandar Muda menjadi pendorong utama.
Pada 2024, PTP Nonpetikemas berkontribusi 39 persen terhadap total throughput SPMT Group dengan capaian 47,04 juta ton/m³. Secara nasional, Cabang Tanjung Priok menempati posisi teratas untuk general cargo, sedangkan Teluk Bayur berada di peringkat ketiga untuk curah cair.
Di segmen curah kering, Tanjung Priok kembali mencatatkan kinerja terbaik di lingkungan PTP Nonpetikemas, disusul Panjang dan Bengkulu.
"Target 2025 kami mencerminkan komitmen terhadap pertumbuhan dan keunggulan. Kami yakin target ini dapat dicapai melalui modernisasi terminal, ekspansi bisnis, serta penguatan kolaborasi dengan para pengusaha bongkar muat dan mitra strategis lainnya," ujar Indra.