MATATELINGA, Medan. Dua pemuda sebagai pembersih dan pengamen cekcok, dan aksi kejar-kejaran dan saling pukul, di Jalan Tritura, Medan, Sabtu (20/4/2019), sehingga warga yang melintas di mendadak heboh melihat antara dua pemuda tersebut.
Kedua pemuda yang mengais rejeki dijalanan ini, terlibat perkelahian seru di pos Organisasi kepemudaan yang berada tepat persimpangan Jalan Tritura-Marindal. Informasi tentang peristiwa tersebut pertama kali beredar di grup WhatsApp wartawan.
Kedua pria tersebut masing-masing berinisial AM dan AN, keduanya merupakan warga Kecamatan Medan Amplas. Akibat perkelahian itu, keduanya disebut mengalami luka cukup parah. AN terkena tikaman pisau, sementara AM lebam-lebam akibat terkena pukulan bambu dari lawannya tersebut.
Keduanya kemudian diketahui dibawa ke sebuah rumah sakit yang tak jauh dari lokasi.
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengarahkan wartawan ke Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak. "Ke Kanit aja ya. Saya lagi PAM TPS di Kecamatan," ujarnya.
Sementara itu, Iptu Budiman Simanjuntak SH ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. "Sedang kita proses. Sabar, nanti kita kabari," jawabnya singkat. Terpisah, keterangan yang diperoleh dari salah seorang pengamen di kawasan Jalan Tritura mengatakan, kedua pertikaian itu berawal dari keributan antara pengamen dan pembersih kaca mobil. "Ini masalah pengamen sama tukang sapu-sapu mobil.
Si pengamen udah duluan menghampiri mobil ini. Datang si tukang sapu. Yang dikasih duit, si tukang sapu," katanya. Gara-gara merasa terpotong rezekinya, akhirnya si pengamen pun marah dan keduanya kemudian terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian.
Warga yang melintas di
Jalan Tritura Medan mendadak heboh melihat aksi kejar-kejaran dan saling
pukul antara 2 pemuda di Jalan Tritura, Medan, Sabtu (20/4/2019),
sekira pukul 15.30 Wib.
Keduanya kemudian terlibat perkelahian seru di pos Organisasi Kepemudaan
yang berada tepat persimpangan Jalan Tritura-Marindal.
Informasi tentang peristiwa tersebut pertama kali beredar di grup
WhatsApp wartawan. Salah seorang awak media yang berada di lokasi
mengatakan, kedua pria tersebut masing-masing berinisial AM dan
AN–keduanya merupakan warga Kecamatan Medan Amplas.
Akibat perkelahian itu, keduanya disebut mengalami luka cukup parah. AN
terkena tikaman pisau, sementara AM lebam-lebam akibat terkena pukulan
bambu dari lawannya tersebut. Keduanya kemudian diketahui dibawa ke
sebuah rumah sakit yang tak jauh dari lokasi.
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK ketika dikonfirmasi lewat
telepon selulernya mengarahkan wartawan ke Kanit Reskrim Iptu Budiman
Simanjuntak. "Ke Kanit aja ya. Saya lagi PAM TPS di Kecamatan," ujarnya.
Sementara itu, Iptu Budiman Simanjuntak SH ketika dikonfirmasi
mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. "Sedang kita
proses. Sabar, nanti kita kabari," jawabnya singkat.
Terpisah, keterangan yang diperoleh dari salah seorang pengamen di
kawasan Jalan Tritura mengatakan, kedua pertikaian itu berawal dari
keributan antara pengamen dan pembersih kaca mobil.
"Ini masalah pengamen sama tukang sapu-sapu mobil. Si pengamen udah
duluan menghampiri mobil ini. Datang si tukang sapu. Yang dikasih duit,
si tukang sapu," katanya.
Gara-gara merasa terpotong rezekinya, akhirnya si pengamen pun marah dan
keduanya kemudian terlibat cekcok mulut hingga berujung perkelahian.