Rabu, 16 September 2026 WIB

Pengusaha Rugi Akibat Pemadaman Listrik

Admin - Selasa, 25 Februari 2014 14:06 WIB
Pengusaha Rugi Akibat Pemadaman Listrik
Matatelinga -Binjai, Pemadaman bergilir yang terjadi di wilayah Sumatera Utara membuat kalangan usaha kecil menengah merugi.
 
Selain harus menambah biaya ekstra untuk bahan bakar genset, sejumlah peralatan elektronik juga ikut rusak.
 
Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
 
Pemadaman terjadi setiap hari sejak 1 februari lalu hingga sekarang. Belum ada kepastian dari pihak PLN setempat terkait pemadaman bergilir ini.
 
Pemadaman terjadi dua kali hingga tiga kali sehari/ dengan durasi pemadaman mencapai dua hingga tiga jam." Pemadaman kerap kali terjadi, bahkan sampai dua hingga kali perhari," jelas dodo, pengusaha warung internet.

Dia melanjutkan, kami meminta agar pihak PLN segera mengatasi masalah krisis listrik ini, agar usaha kecil seperti dirinya tidak merugi terus.

"Akibat pemadaman ini, kami terus merugi, kami harus mengeluar uang 25.000 hingga 30.000 perhari untuk biaya genset," terangnya.
 
Pemadaman bergilir ini membuat kalangan usaha kecil menengah di Kabupaten Langkat dan Binjai merugi.
 
Tidak hanya harus mengeluarkan biaya tambahan unutk bahan bakar genset, sejumlah peralatan elektronik warga juga ikut rusak akibat pemadaman bergilir ini.
 
Seperti halnya usaha fotokopi di Langkat milik Rina, salah satu mesin fotokopi di tempat usaha ini rusak akibat seringnya pemadaman listrik bergilir yang dilakukan pihak PLN.

"Dengan adanya pemadaman listrik ini membuat mesin foto copy kami rusak, akibatnya kami tidak bisa melakukan aktifitas," pungkas Rina.
 
Pemadaman listrik bergilir di Sumatera Utara terjadi sejak awal februari lalu. PLN Sumatera Utara menyatakan pemadaman dikarenakan mesin PLN di Sicanang Belawan yang mengalami kerusakan.
 
Entah sampai kapan krisis listrik di Sumatera Utara ini berkahir. Hingga kini, pemadaman listrik secara bergilir masih terus terjadi.
 

(Hendra/Adm) 


SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru