Selasa, 06 Oktober 2026 WIB

Rommy Van Boy SH Temui Pedagang Pagaruyung, Desak Solusi di Tengah Proyek Drainase

Redaksi - Senin, 05 Oktober 2026 20:43 WIB
Rommy Van Boy SH Temui Pedagang Pagaruyung, Desak Solusi di Tengah Proyek Drainase
Rommy van boy

Amran, pedagang martabak yang telah berjualan hampir empat dekade di kawasan tersebut, mengaku khawatir terhadap nasib para pedagang apabila tidak ada solusi yang jelas dari pemerintah.
"Kami sudah dua kali menerima surat agar mengosongkan lokasi berjualan. Kami mengapresiasi Pak Rommy Van Boy yang mau mendengar dan menindaklanjuti aspirasi kami," katanya.


Mendengar keluhan itu, Rommy langsung menghubungi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kasatpol PP Kota Medan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas SDABMBK, serta Camat Medan Petisah untuk mencari jalan keluar terbaik.
Menurut Rommy, komunikasi dengan organisasi perangkat daerah dan pihak kecamatan telah dilakukan agar para pedagang tetap mendapatkan kepastian dalam menjalankan usahanya selama proyek drainase berlangsung.

Baca Juga:

"Puji Tuhan, berkat pertemuan hari ini kita mendapatkan solusi terbaik bagi Pemerintah Kota Medan dan pedagang untuk tetap melanjutkan usaha di wilayah Medan Petisah," ujarnya Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Polonia.
Sementara itu, Rahmad yang mewakili para pedagang menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Kota Medan. Mereka menegaskan mendukung program pembangunan pemerintah, namun meminta adanya kepastian terkait masa depan usaha mereka selama proyek drainase berjalan.


Pedagang juga meminta relokasi sementara yang layak, kejelasan terkait perlengkapan usaha dan musholla yang terdampak proyek, jaminan agar sambungan listrik dan air tidak diputus, serta meminta difasilitasi pertemuan langsung dengan kontraktor pelaksana proyek agar koordinasi teknis dapat berjalan lebih baik.


Menurut Rahmad, kawasan Kuliner Pagaruyung memiliki nilai historis dan ekonomi yang besar bagi Kota Medan. Kawasan yang dikenal sebagai Little India tersebut telah lama menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan dan menjadi sumber penghidupan bagi puluhan pedagang.
Ia mengingatkan bahwa kawasan tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai objek daya tarik wisata kuliner Kota Medan dan menjadi bagian dari program penataan pedagang kaki lima yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Wali Kota Wesly Buka Edukasi Pasar Modal Bagi PNS dan Bhayangkari
Wesly Silalahi Buka Edukasi Pasar Modal Bagi PNS, UMKM, PKK dan Bhayangkari
Peduli Sesama, Perumda Tirtanadi Gelar Pasar Murah
Jaksa Cabut Banding WNA Thomas terkait Perkara Satelit Kemhan, Benarkah Diintervensi AS?
TPID dan PD PHJ, Operasi Pasar Murah, Daging Ayam Ras Rp40 Ribu per Kg
Soroti Eksekusi Togar ke Lapas, Kuasa Hukum Nilai Putusan: Rangkaian Peradilan Sesat
 
Komentar
 
Berita Terbaru