Minggu, 11 Oktober 2026 WIB

Komisi II DPRD Medan Minta Kinerja Dirut RS Pirngadi Ditingkatkan

Redaksi - Kamis, 16 April 2026 10:30 WIB
Komisi II DPRD Medan Minta Kinerja Dirut RS Pirngadi Ditingkatkan
Rapat evaluasi

MATATELINGA, Medan :Anggota DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ingatkan dan dorong Plt Dirut Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan agar dapat mandiri untuk mengelola keuangan sendiri. Karena status kelembagaan RS milik Pemko itu sudah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) bukan UPT Dinas Kesehatan.
"Kalau sudah BLUD harus bisa mandiri menghasilkan PAD (Red_Pendapatan Asli Daerah). Jangan berharap lagi bantuan dari APBD menutupi biaya belanja," ujar Henry Jhon Hutagalung.
Penegasan itu disampaikan Henry Jhon Hutagalung saat rapat evaluasi triwulan I TA 2026 realisasi capaian kerja pihak RS Pirngadi Medan bersama Komisi II selaku konterpart di gedung DPRD Medan, Selasa (15/4/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi Kasman bin Marasakti bersama Wakil Ketua Komisi Modesta Marpaung, didampingi anggota komisi Henry Jhon Hutagalung, Lily MBA, Binsar Simarmata dan dr Ade Taufiq.

Sebelumnya, diawal rapat, Plt Dirut RS Pirngadi Medan Mardohar Tambunan, telah memaparkan kondisi RS yang belum mampu bersaing dengan beberapa pihak RS swasta di Kota Medan. Bahkan pendapatan asli belum mampu menutupi belanja. Sehingga terjadi besaran belanja dengan selisih pendapatan sebesar Rp 5 Miliar.
Mendapat keterangan itu, pantas saja salah satu anggota komisi Henry Jhon mempertanyakan hal kejanggalan dimaksud. "Kalau seperti itu keadaannya, lalu dari mana pihak manajemen menutupi selisih besaran belanja kekurangan Rp 5 Miliar," tanya Henry.
Mendengar pertanyaan Henry Jhon, paparan Mardohar berhenti sejenak dan melanjutkan kembali. Dengan penuh kehati hatian, Mardohar melanjutkan paparan dengan menjawab, bahwa kekurangan Rp 5 M ditutupi dari APBD Pemko Medan.
Mendapat jawaban itu, tentu saja Henry Jhon sedikit kaget. "Nah, ini yang menjadi masalah, kalau sudah status BLUD harus bisa mandiri kelola keuangan dan patut dipertanyakan apa sudah benar aliran dananya dan melalui audit," ungkapnya.
Dari paparan Mardohar, terungkap pemakaian BOR dari sekitar 500 bed hanya mencapai 50 persen. "Kondisi ini patut kita prihatin. Dimana, saat ini seluruh RS swasta selalu kamar penoh. Konon RS Pirngadi kekurangan pasien. Maka harus disikapi serius untuk pembenahan," terangnya.
Untuk itu Henry Jhon mendesak Dirut RS Pirngadi Mardohar Tambunan harus memperbaiki total kinerjanya dengan profesional. Begitu juga soal rujukan pasen dari Puskesmas diwajibkan prioritas ke RS milik Pemko Medan yakni Pirngadi dan Bachtiar Djafar.
Selain itu, Henry Jhon menyarankan kepada Walikota Medan supaya meningkatkan gaji dokter spesialis yang ada di RS Pirngadi Medan. Hal itu perlu dilakukan guna merangsang minat para dokter betah mengabdi dan menjalankan tugas kamanusiaan di Pirngadi.

Baca Juga:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kondisi RS Bachtiar Djafar Tak Layak,  DPRD Medan Sorot Kemampuan Dirut
Fraksi PSI DPRD Medan Dukung Perubahan Perda Kesehatan, Soroti RSUD “Mati Suri” dan Sistem Rujukan
Isu Pengunduran Diri Pimpinan RSUD Pirngadi Jangan Sampai Mengganggu Pelayanan, Pemko Medan Diminta Cepat Bersikap
Kapolrestabes Medan: Kolaborasi  Polri dan TNI Merupakan Fondasi Utama Memberikan Rasa Aman Warga Medan
Kadis Perkimcikataru Sampaikan Strategi ke Depan dan Permudah Urusan PBG
Terkait Buruknya Manajemen RS Bachtiar Djafar, DPRD Medan Minta Walikota Medan Bertindak Tegas
 
Komentar
 
Berita Terbaru