Bubarkan Bentrok Pemuda, Polres Belawan Sita Belasan Sajam
MATATELINGA,Belawan Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menyita 13 bilah senjata tajam (sajam) serta satu martil yang digunakan untuk aksi
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan :Tindakan tidak terpuji yang menghambat kebebasan pers kembali terjadi di Kota Medan. Seorang oknum pengawas di PT Garuda Mas Perkasa, yang berlokasi di Jl. KL Yos Sudarso KM 6,5, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, diduga kuat menghalang-halangi tugas jurnalistik.
Kejadian bermula saat sejumlah jurnalis hendak melakukan peliputan, pengambilan dokumentasi, serta wawancara terkait peristiwa terbakarnya pabrik sandal merek Swallow.
Baca Juga:
Alih-alih mendapatkan informasi yang transparan, para awak media justru mendapat pengadangan dari oknum pengawas yang diketahui bernama P. Siregar.
Kronologi Pengadangan
Berdasarkan rekaman video yang beredar, P. Siregar tampak terlibat adu mulut dengan jurnalis di depan gerbang pabrik yang masih mengeluarkan asap.
Baca Juga:
"Kami hanya mencari fakta dan menjalankan tugas sesuai undang-undang, Pak," ujar salah satu jurnalis dalam video tersebut.
Namun, P. Siregar menjawab dengan nada defensif, "Saya juga kerja di sini makan gaji, Bapak ngertilah saya. Jangan terlalu banyak bicara undang-undang sama saya."
Meskipun jurnalis menekankan pentingnya informasi bagi publik terkait kebakaran besar tersebut, pihak pengawas tetap berdalih bahwa kondisi sedang dalam masa "berduka" dan tidak ada pihak manajemen yang bisa memberikan keterangan karena waktu sudah sore.
Baca Juga:
Sesuai dengan Pasal 18 ayat (1) UU Pers No. 40 Tahun 1999, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas pers dapat dipidana dengan:
Pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun, atau
Denda paling banyak Rp500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Garuda Mas Perkasa belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengadangan jurnalis maupun detail kerugian akibat kebakaran pabrik sandal Swallow tersebut.
Para awak media menyayangkan sikap arogansi oknum pengawas yang dinilai menutup-nutupi informasi yang seharusnya diketahui publik.
✍️ Syafwan
Baca Juga:
MATATELINGA,Belawan Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menyita 13 bilah senjata tajam (sajam) serta satu martil yang digunakan untuk aksi
Berita Sumut
Kini, melalui PIMPASA, pemerintah kelurahan tidak lagi berjalan sendiri.Imigrasi hadir lebih dekat, pemerintah kelurahan menjadi mitra, dan
Berita Sumut
MATATELINGA,Rantauprapat Dua petenis meja Putera / Puteri U15, dari Kabupaten Labuhanbatu, dipastikan lolos mewakili Sumatera Utara, untuk
Lifestyle
MATATELINGA,Medan Sebanyak 654 Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan mulai mengikuti pembelajaran digital melalu
Lifestyle
MATATELINGA,Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam upaya penanggulangan
Berita Sumut
MATATELINGA, Palas Masyarakat Dalihan Natolu (DN) Ulayat Aek Nabara Barumun kerahkan ribuan massa dari 25 Desa SeKecamatan Aek Nabara Baru
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Unit Reskrim Polsek Medan Area kembali menangkap seorang pria karena terlibat aksi pencurian di gudang eksepsi Elsa Jaya
Berita Sumut
MATATELINGA, Karo Sebanyak 418 warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai dipulangkan dari posko
Berita Sumut
MATATELINGA, Karo Pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo hari ini, Senin 7/
Berita Sumut
JakartaRangkaian Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berakhir di Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Mingg
Ekonomi
MATATELINGA,Medan PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergak dalam pengelolaan terminal nonpetikem
Ekonomi
MATATELINGA, Medan Tim Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan melakukan inspeks
Ekonomi