Sopir Dan Kenek Bus Medan Jaya Panik, Penumpang Tewas
MATATELINGA, T.Tinggi Minggu pagi (24/05/2926) sekira pujul 09 30 wib salah seorang sewa (penumpang) dalah satu angkutan umum antar lintas
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan :Tindakan tidak terpuji yang menghambat kebebasan pers kembali terjadi di Kota Medan. Seorang oknum pengawas di PT Garuda Mas Perkasa, yang berlokasi di Jl. KL Yos Sudarso KM 6,5, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, diduga kuat menghalang-halangi tugas jurnalistik.
Kejadian bermula saat sejumlah jurnalis hendak melakukan peliputan, pengambilan dokumentasi, serta wawancara terkait peristiwa terbakarnya pabrik sandal merek Swallow.
Baca Juga:
Alih-alih mendapatkan informasi yang transparan, para awak media justru mendapat pengadangan dari oknum pengawas yang diketahui bernama P. Siregar.
Kronologi Pengadangan
Berdasarkan rekaman video yang beredar, P. Siregar tampak terlibat adu mulut dengan jurnalis di depan gerbang pabrik yang masih mengeluarkan asap.
Baca Juga:
"Kami hanya mencari fakta dan menjalankan tugas sesuai undang-undang, Pak," ujar salah satu jurnalis dalam video tersebut.
Namun, P. Siregar menjawab dengan nada defensif, "Saya juga kerja di sini makan gaji, Bapak ngertilah saya. Jangan terlalu banyak bicara undang-undang sama saya."
Meskipun jurnalis menekankan pentingnya informasi bagi publik terkait kebakaran besar tersebut, pihak pengawas tetap berdalih bahwa kondisi sedang dalam masa "berduka" dan tidak ada pihak manajemen yang bisa memberikan keterangan karena waktu sudah sore.
Baca Juga:
Sesuai dengan Pasal 18 ayat (1) UU Pers No. 40 Tahun 1999, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas pers dapat dipidana dengan:
Pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun, atau
Denda paling banyak Rp500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Garuda Mas Perkasa belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengadangan jurnalis maupun detail kerugian akibat kebakaran pabrik sandal Swallow tersebut.
Para awak media menyayangkan sikap arogansi oknum pengawas yang dinilai menutup-nutupi informasi yang seharusnya diketahui publik.
✍️ Syafwan
Baca Juga:
MATATELINGA, T.Tinggi Minggu pagi (24/05/2926) sekira pujul 09 30 wib salah seorang sewa (penumpang) dalah satu angkutan umum antar lintas
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Anggota Komisi 3 DPRD Medan Drs Godfried Effendy Lubis sebut bagi warga Kota Medan yang mengalami kerugian terdampak pe
Berita Sumut
MATATELINGA PAC PP Kecamatan Rantau Utara Gelar RPP tahun 2026MATATELINGA, Rantauprapat Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan R
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Ranting Pemuda Pancasila Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai berla
Berita Sumut
MATATELINGA, Namorambe Praktek perjudian jenis Toto gelap (togel) dan kartu Leng secara terang terangan beroperasi di warung F berloka
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumatera Utara (Sumut) mendesak PT PLN (Persero) memberikan kompensasi kepada masyarakat
Berita Sumut
MATATELINGA,Senayang, Lingga Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Desa Laboh Koramil Se
TMMD
MATATELINGA, Deliserdang Polresta Deli Serdang menggelar razia di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah hukumnya sebagai upaya men
Berita Sumut
MATATELINGA,Katang Bidare, Lingga Babinsa Desa Pulau Duyung, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Serda Eman melaksanakan gotong royo
TMMD
MATATELINGA, Jakarta Sektor perumahan bukan sekadar urusan membangun atap dan dinding. Melainkan pilar strategis untuk mendongkrak pertumbu
Lifestyle
MATATELINGA, Medan Menjelang dini hari saat suasana masih lengang dan aktivitas masyarakat belum dimulai, Tim Patroli Batalyon A Pelopor Sa
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat Dusun 2, Desa Tanjung Gusta
Lifestyle