MATATELINGA, Belawan :Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Jongki Situngkir, menanggapi pemberitaan yang beredar melalui akun TikTok Joniar News Pekan terkait informasi tarif biaya paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan adanya misinformasi yang beredar di tengah masyarakat.
Jongki menjelaskan bahwa tarif resmi pelayanan paspor telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM.
Baca Juga:
Adapun biaya resmi pe
layanan paspor adalah sebagai berikut:
Biaya percepatan permohonan paspor sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).
Baca Juga:
Paspor biasa dengan masa berlaku 5 (lima) tahun dikenakan biaya Rp650.000 (enam ratus lima puluh ribu rupiah).
Paspor biasa dengan masa berlaku 10 (sepuluh) tahun dikenakan biaya Rp950.000 (sembilan ratus lima puluh ribu rupiah).
"Seluruh biaya tersebut merupakan PNBP resmi yang disetorkan langsung ke kas negara. Tidak ada pungutan lain di luar ketentuan yang telah ditetapkan," tegas Jongki saat memberikan keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Sehubungan dengan beredarnya informasi yang tidak sesuai, pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berharap akun TikTok Joniar News Pekan dapat melakukan klarifikasi dan/atau perbaikan pemberitaan, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar serta tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Baca Juga:
Jongki juga menegaskan bahwa Kantor
Imigrasi Kelas II TPI Belawan berkomitmen memberikan pe
layanan keimigrasian yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Masyarakat diimbau untuk selalu mendapatkan informasi keimigrasian melalui kanal resmi Kantor Imigrasi serta memanfaatkan Aplikasi M-Paspor dalam pengajuan permohonan paspor," ucap Jongki.