Matatelinga - Medan, Sepasang kekasih yang hendak pulang kerja menjadi korban pemukulan oleh dua pemuda asal Nias di Jalan Simpang Guru Patimpus Medan, Minggu (26/10/2014) sekira pukul 01.00 Wib. Akibat perlakuan tanpa sebab itu, kedua pemuda itu pun diboyong ke Polsek Medan Baru.
Menurut korban, Baren Astrad Silalahi (26) warga Dusun I warga Jalan Karya 3 no 27 Desa Helvetia Sunggal, baru saja menjemput pacarnya, Sri Yulita Pinayungan (22) di restoran nelayan. Rencananya, Baren akan mengantar kekasihnya itu pulang di rumahnya di Jalan Pintu Air IV Gang Jadi Baru No 2 Medan Johor, menggunakan sepeda motor BK 7769 ACK.
"Saya mau ngantar pacar saya pulang," akunya di Polsek Medan Baru.
Sesampainya di Simpang Jalan Patimura - Gatot Subroto, laju kendaraan mereka berhenti karena lampu traffictlight. Tiba-tiba dua pemuda asal Nias, Salisokhi Laia (25) dan Fangaro Ndruru (23) yang berboncengan mengendarai sepeda motor BK 4706 AEV berhenti disamping korban.
Tidak tahu kenapa, Fangaro Ndururu yang dibonceng memukul wajah Baren. "Saya gak tahu salah saya tiba-tiba dia nanya langsung mukul saya," akunya lagi.
Korban pun merasa takut dan mencoba kabur. Tapi kedua pelaku itu kembali mengejar dan memukul korban hingga tiga kali.
"Pertama dipukulnya di simpang lampu merah, kemudian jarak 100 M dipukulnya lagi dua kali. Jadi tiga kali dipukulnya," ungkap korban.
Karena lokasi itu tidak jauh dari Kantor Polisi, korban pun menyelamatkan diri. Namun kedua pria tegap itu terus mengejar korban. Disitulah, pelaku langsung diamankan petugas.
Setelah diamankan, dari pinggang Salisokhi Laia, petugas mendapatkan sepucuk mancis berbentuk pistol. "Itu untuk bakar rokok pak," akunya sembari mengatakan kalau dia bercita-cita TNI.
Setelah menjalani pemeriksaan selama 2 jam, korban tidak membuat laporan resmi dan memilih untuk berdamai. "Korbannya sudah damai bro," singkat Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Oscar S Tedjo.
(Mt/Uut)