Rabu, 16 September 2026 WIB

1.900 Ton Aspal Cemari Laut Nias Utara, Parlindungan Purba Minta Seluruh Stakeholder Segera Mengambil Tindakan

- Jumat, 24 Februari 2023 09:00 WIB
1.900 Ton Aspal Cemari Laut Nias Utara, Parlindungan Purba Minta Seluruh Stakeholder Segera Mengambil Tindakan
Matatelinga/Dok. Kominfo Nias Utara
Kapal tanker pembawa sekitar 1.900 ton aspal (bitumen) mengalami pecah lambung kanan di perairan Kabupaten Nias Utara, Sabtu (11/2/2023) lalu. Sudah 20 hari lebih kapal itu berada di pesisir Nias Utara. Posisi kapal hanya berjarak sekitar 300 met

MATATELINGA, Medan : Kapal tanker pembawa sekitar 1.900 ton aspal (bitumen) mengalami pecah lambung kanan di perairan Kabupaten Nias Utara, Sabtu (11/2/2023) lalu. Sudah 20 hari lebih kapal itu berada di pesisir Nias Utara. Posisi kapal hanya berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai Desa Faekhuna'a Kecamatan Afulu, Nias Utara.

Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatera Utara (Apindo Sumut) Dr. Parlindungan Purba, Jumat (24/2/2023) menyampaikan tumpahan aspal yang mencemari laut Nias Utara dikhawatirkan akan semakin meluas dan merusak biota laut.



"Dari informasi yang kita peroleh dari Pemkab Nias Utara, Kapal MV AASHI yang bermuatan 1.900 ton aspal dan tumpah ke laut telah mencemari lingkungan. Kapal tanker berbendera Gabon ini diketahui berlayar dari pelabuhan Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, yang dinakhodai Sandeep Kumar Bhaskar. Ribuan ton aspal tersebut rencananya akan dibawa ke Padang dan Sibolga. Namun akibat cuaca buruk, kapal tersebut rusak, hingga terseret ke perairan Desa Sihene'asi, Kecamatan Tugala Oto, Nias Utara," paparnya.

Kekhawatiran kita ke depan, lanjut Parlindungan Purba dampak tumpahan aspal ini akan semakin meluas menembus sampai sekitar kawasan konservasi (perairan Toyolawa - Lahewa), dan mengancam sepanjang pantai yang menjadi pendaratan penyu dari pantai Tugala Oyo hingga pantai Faekhuna'a Kecamatan Afulu.



"Info yang kita peroleh juga bahwa Pemkab Nias Utara telah menyurati pemilik kapal dan stakeholder, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian BUMN/Pertanian. Untuk mengambil tindakan cepat dalam penanggulangan pencemaran dan melakukan penyelidikan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nias Utara, Sabar Jaya Telaumbanua dalam sebuah kesempatan mengatakan, tumpahan aspal ini telah berserakan di laut dan sisi pantai. Akibatnya menimbulkan pencemaran lingkungan.

"Aspal yang sudah berhamburan sepanjang sisi pantai di kawasan ini, sudah melayang di perairan. Sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan," tandasnya.



Pihaknya berharap agar pemilik kapal tersebut bertanggung jawab atas peristiwa ini. Karena, sangat merugikan daerah atas pencemaran lingkungan.

Mantan Anggota DPD RI Parlindungan Purba menambahkan, dampak dari tumpahan aspal ini juga mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan di daerah Nias Barat.

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru